Tampilkan postingan dengan label Pakan Sidat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan Sidat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Cara Membuat Pakan Sidat

Sidat Kita




Cara Membuat Pakan Sidat
Ikan sidat atau juga dikenal dengan sogili di daerah Sulawesi atau moa di daerah Jakarta mempunyai ciri khas yang unik, salah satunya adalah makanan untuk sidat yang mengharuskan kadar protein yang tinggi diatas 40%, sementara ikan yang lain jarang sekali menggunakan pakan buatan dengan kadar protein setinggi itu kecuali ikan kakap. 

Apalagi untuk jenis sidat yang masih muda seperti elver harus diberikan pakan dengan kadar protein diatas 50% dan lemak minimal 3% jika kurang maka akan berpengaruh di pertumbuhan sidat dan juga akan menghambat proses produksi dalam berbudidaya, misalnya yang harusnya 6 bulan sudah panen jadi mundur karena kekurangan protein dan pertumbuhan menjadi lambat.

Cara pemberian makanan sidat juga harus diperhatikan betul, adonan atau ransum makanan yang diberikan sebanyak 2-6% berat total tubuh sampai ikan tumbuh menjadi 40g, kemudian ransum makan yang diberikan hanya 1-3% berat total tubuh.

Cara pembuatan pakan sidat pun bervariasi, mulai dari manual, semi otomatis, atau full otomatis menggunakan mesin pengaduk, pakan buatan dicampur air dengan rasio 1 : 1. kadang-kadang, dapat juga ditambah obat-obatan dan cacahan ikan runcah tapi yang paling bagus menggunakan campuran cacing sutera. Campuranpakan sidat ini diaduk sehingga berbentuk adonan dan segera diberikan kepada sidat sebelum menjadi keras.

Pembudidaya juga harus aktif mengamati ketika sidat makan, lama makan sidat yang normal berkisar dari 10-15 menit tergantung tingkat kelahapan, idealnya pakan diberikan pagi dan sore hari saja, tidak dianjurkan untuk memberikan makan pada malam hari atau juga pagi hari yang berkabut karena kabut sangat mempengaruhi system pencernaan sidat. Sisa makanan yang tidak habis bisa disimpan dikulkas agar tidak menjadi keras.

Demikian yang bisa diberikan dalam posting tentang cara pembuatan pakan sidat, semoga bermanfaat.
By. Sidat Kita


Sabtu, 13 Agustus 2011

Ada Apa Dengan Sidat Dan FCR

Sidat Kita




Sidat Kita
Pada suatu periode budidaya telah berhasil dipanen sidat dengan biomass 2 ton sedangkan berat pakan total yang telah digunakan seberat 3 ton, maka besaran FCR pada saat itu adalah sebesar 3 ton / 2 ton = 1.5. Mungkin banyak yang tidak tahu tentang FCR atau Food Convertion Ratio, kalau menurut istilahnya adalah perbandingan (rasio) antara berat pakan yang telah diberikan dalam satu siklus periode budidaya sidat dengan berat total (biomass) sidat yang dihasilkan pada saat itu. Nilai FCR begitu penting mengingat nilai ini adalah nilai yang dihasilkan dari nilai total kebutuhan pakan dan nilai jual keseluruhan sidat, Semakin rendah nilai FCR maka semakin bagus pula kekuatan financialnya jika ditijau dari sudut ekonomis.

Ditinjau dari segi teknis budidaya, nilai FCR terkait dengan parameter keberhasilan pengelolaan program pakan sidat yang secara tidak langsung juga terkait dengan pengelolaan kualitas air dan kondisi/kualitas sidat. Sedangkan secara finansial nilai FCR akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh pada satu periode budidaya karena pakan sidat merupakan penyumbang biaya terbesar pada suatu usaha budidaya sidat.

Mengacu pada penjelasan tersebut di atas, maka kondisi yang sering terjadi adalah pada saat memulai kegiatan budidaya sidat biasanya telah ditetapkan target nilai FCR yang harus dicapai. Hal seperti ini pada akhirnya dapat membuat kondisi dimana pengelolaan program pakan sidat lebih mengacu pada target FCR daripada tingkat kebutuhan sidat terhadap pakan pada saat itu. Faktor psikologis seperti ini biasanya juga berpengaruh pada penyusunan program pemberian pakan sidat yang kurang optimal karena lebih cenderung pada prinsip pengiritan pakan.

Program pemberian pakan yang mengacu pada target FCR tanpa memperhatikan tingkat kebutuhan sidat pada umumnya dapat mengakibatkan kondisi sebagai berikut:

1. Terlambat dalam pemberian pakan (terutama pakan buatan) pada phase bulan pertama, meskipun telah terindikasi ketersediaan pakan alami pada saat itu mulai berkurang/habis. Kondisi ini dapat mempengaruhi terhadap kondisi, populasi dan tingkat keseragaman sidat yang secara tidak langsung akan berpengaruh pada program pemberian pakan berikutnya.

2. Berat pakan per hari (pakan harian) yang diberikan ditentukan oleh estimasi populasi dan biomass sidat yang mengacu pada target FCR yang telah ditentukan. Perubahan berat pakan per hari lebih cenderung mengarah pada perubahan konstan dan tidak berfluktuatif sesuai dengan tingkat kebutuhan sidat pada saat-saat tertentu.
3. Adanya persepsi yang kurang benar terhadap frekuensi pemberian pakan, yaitu semakin banyak frekuensi pemberian pakan maka akan mengakibatkan FCR membengkak.

Pada kondisi tersebut di atas frekuensi pemberian pakan harian lebih mengarah pada kuantitas total pakan harian yang terdistribusi pada tiap-tiap frekuensi pakan dan tidak mengacu kemampuan sidat dalam mengkonsumsi pakan serta seberapa lama/sering sidat akan membutuhkan pakan lagi.

Sebagai contoh: Populasi sidat dalam suatu petakan tambak membutuhkan total pakan per hari adalah 20 kg. Pada saat itu misalnya kemampuan populasi sidat tersebut rata-rata hanya 4 kg, maka secara ideal frekuensi pakan harian sebaiknya sudah 5 kali sehari. Jika frekuensi pakan harian hanya dilakukan 4 kali, meskipun berat total pakan per hari adalah sama yaitu 20 kg, maka setiap kali pemberian pakan rata-rata adalah 5 kg dan ini berarti ada 1 kg pakan yang tidak terkonsumsi setiap kalinya atau 4 kg per hari.

4. Terkait dengan penjelasan no 1, 2 dan 3 tersebut di atas maka hasil panen sidat pada akhirnya juga tidak dapat optimal baik dari segi kualitas, kuantitas (biomass) sekaligus tingkat keuntugan yang diperoleh, meskipun secara target FCR dapat terpenuhi.

Berdasrkan penjelasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai FCR bukan satu-satunya pedoman dalam berbudidaya sidat terutama dalam hal pakan karena sidat memang butuh pakan tapi kebutuhan sidat harus benar-benar terpenuhi  jangan sampai hal ini membuat suatu kondisi bahwa sidat harus mengikuti kita, tapi sebaliknya kitalah yang harus mengikuti kebutuhan sidat. (sidat@yahoogroup.com)
By. Sidat Kita