Tampilkan postingan dengan label amankan usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amankan usaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2011

Mentalitas Lemah Gagalkan Ambisi Entrepreneur

Views :2453 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 19 September 2011 13:21
businessman_with_glassesOrang dengan mentalitas korban seharusnya tidak menjadi entrepreneur. Mengapa? Kita semua tahu peran entrepreneur yang berat dalam memulai dan menjalankan bisnis. Semua keadaan bisa berbalik tidak sesuai rencana dan risiko berat  juga harus dipikul. Bagi orang-orang dengan mentalitas korban, ketakutan terhadap kegagalan akan membuat mereka terperosok dalam kegagalan itu sendiri.

Menurut Karl Perera dalam tulisannya, “Victim Mentality - You Don’t Have to Suffer” ada begitu banyak indikasi mentalitas korban dalam sebuah proses pikiran seseorang. Berikut adalah sejumlah indikasi kunci yang bisa diterapkan dalam lingkungan entrepreneurial:

1. “Saat keadaan tidak seperti yang diharapkan, saya yakin saya penyebabnya”
Korban berperilaku seolah setiap kemunduran usaha ialah bencana dan menciptakan tekanan bagi diri mereka sendir. Orang-orang ini merasa bahwa masalah yang ada berhubungan erat dengan ego.

2. “Saat saya berbicara pada diri saya sendiri, saya tidak pernah memiliki diskusi bernada positif”
Memikirkan kembali sebuah keputusan yang telah diambil mempengaruhi suasana hati, perilaku dan kebahagiaan dan berpeluang menimbulkan atau memperparah mentalitas korban yang sudah ada. Orang-orang yang mempau bertahan kembali menjalani kehidupan mereka dengan cara positif dan memandang diri mereka sebagai manusia yang beruntung. Mereka hidup di masa kini dan masa depan dan jarang sekali menyesali ‘kesalahan’ masa lalu. Mereka semua memiliki keyakinan dalam diri dan pada kehidupan sebagai suatu kesatuan.

3. “Saat orang lain mengecewakan saya, saya sangat sedih”
Komentar negatif dari orang lain membuat seseorang bermental korban sangat terpukul. Perilaku yang kurang pantas terhadap Anda sebenarnya menjelaskan bagaimana nilai seseorang itu sebenarnya. Namun jika Anda memiliki mentalitas negatif, Anda akan menelan mentah-mentah semua perkataan dan perilaku mereka dan yakin bahwa Anda adalah seorang korban yang patut dikasihani. Sementara mereka yang bermental kuat akan selalu berdiri dan memerangi komentar negatif dan biasanya mampu membalikkan tuduhan ke orang yang berkomentar negatif. Ia cepat dan tanggap dalam menangani semua tantangan dengan sikap dan perilaku yang positif. Ia membangun batasan di sekeliling orang atau lingkungan yang negatif dan menghindari mereka semua dengan segala cara.

4. “Saya yakin dengan takdir, meskipun takdir itu tidak adil”
Jika Anda menyerah pada takdir, maka Anda berpikir bahwa Anda bertanggung jawab terhadap semua hal buruk yang terjadi dalam kehidupan terutama bisnis Anda. Orang bermental korban akan merasa bahwa kita diperlakukan secara tidak adil tetapi terjebak. Nampaknya memang tidak ada jalan keluar. Sementara orang-orang bermental kuat yakin bahwa mereka bisa mewujudkan impiannya daripada membiarkan hal begitu saja terjadi kepada mereka. Mereka menerima giliran secara acak dalam kehidupan sebagai peluang baru daripada menganggapnya sebagai hukuman yang kurang adil.

5. “Tuhan menghukum karena suatu alasan”
Keyakinan relijius bisa berimbas positif atau negatif pada kehidupan manusia. Jika Anda meyakini bahwa Tuhan yang bertanggung jawab untuk semuanya, mudah untuk meyakini bahwa penderitaan dan rasa sakit Anda ialah hukuman untuk suatu kesalahan yang Anda lakukan. Orang-orang bermental kuat sebaliknya menikmati hubungan pribadi dengan Tuhan dan bersyukur atas semua hal positif dalam kehidupan mereka, Mereka mungkin meminta bantuan pada Tuhan tetapi bergantung pada diri mereka sendiri untuk mewujudkan hasilnya.

Mentalitas korban bukanlah sebuah hal yang baik untuk diterapkan dalam berbagai situasi tetapi akan berbalik kontraproduktif saat diterapkan dalam kehidupan entrepreneur. Jika Anda akan menjadi entrepreneur, ingatlah bahwa Anda tidak perlu menjadi korban. Semuanya tergantung pada kemauan diri kita.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/11256-mentalitas-lemah-gagalkan-ambisi-entrepreneur.html

Kamis, 08 September 2011

Menerima Kegagalan Sebagai Bagian dari Proses


Views :388 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 September 2011 11:48
Tidak seorang pun bisa berhasil sepanjang waktu dan cara yang paling pasti agar terhindar dari kegagalan ialah jangan pernah mengambil risiko, yang tentunya bukan sebuah pilihan bagi pemimpin.

kegagalan0911Triknya ialah mencoba untuk menghindari “mempertaruhkan perusahaan” hanya pada satu keputusan. Pemimpin dan perusahaan juga harus belajar dari kegagalan yang tak terhindarkan yang menghalangi jalan menuju kesuksesan.

John Chen, presiden dan CEO perusahaan layanan software, Sybase Inc, mengatakan bahwa pemimpin harus mengakrabi kegagalan serta belajar dari proses tersebut.

“Anehnya Anda memang harus menikmati hasil yang negatif. Keadaan bisa berubah dalam dua arah. Kadang keadaan menjadi seperti yang kita inginkan, dan kadang tidak. Anda hanya bisa bekerja keras untuk memaksimalkan peluang. Saya pikir 90% orang berprestasi setuju bahwa hasil bukan satu-satunya hal yang penting. Bagaimana mencapai kesuksesan itu sama, jika tidak lebih, penting bagi saya. Ini seperti bermain. Jika Anda bermain dan kalah tetapi telah melakukan yang terbaik, Anda tidak merasa terlalu kecewa. Namun kadang Anda kalah karena Anda tidak mencoba dan Anda benar-benar merasa sangat kecewa. Sehingga saya pikir keinginan untuk terus mencoba ialah bagian besar dari prestasi. Sebenarnya sangat menyenangkan untuk mengulas beberapa kegagalan dan apa yang bisa dipelajari dari semua kegagalan itu. Ini sangat membantu saya. Sepanjang perjalanan udara yang panjang, saya selalu berpikir tentang kegagalan yang menyakitkan dan apa yang saya pelajari dari kegagalan itu.”

Eric Schmidt, pimpinan dan CEO Google, mengatakan bahwa pemimpin membutuhkan ‘kesombongan’ dalam jumlah tertentu agar bisa yakin bahwa mereka bisa berharap untuk menyebarkan perubahan tetapi bahwa mereka harus menerima bahwa selalu akan ada kegagalan dan kesalahan.

“Kesombongan dibutuhkan sebagai teladan kepemimpinan karena Anda harus meyakini bahwa Anda sebenarnya bisa mengubah dunia untuk mencobanya. Sebaliknya jika tidak mencoba, maka Anda tidak akan pernah mencoba selamanya. Anda hanya akan duduk-duduk saja dan berkata, 'Terkutuklah saya!' Maka kami memperlembut kegagalan dengan kenyataan bahwa kami tidaklah sempurna, bahwa kami bisa membuat kesalahan. Kami membuat banyak kegagalan bisnis dan semuanya adalah kegagalan kecil bukan besar, yang kemudian kami diskusikan sehingga kami bisa memahami kesalahn yang dibuat. Sehingga meskipun kami tidak sempurna, kami sebagai sebuah perusahaan  terdorong oleh konsensus. Itulah mengapa saya menghabiskan banyak waktu untuk berbicara dan belajar dari kesalahan yang kami buat.”

Tidak seorang pun membawa perubahan tanpa membuat kesalahan dan mengalami kegagalan. Kadang bahkan usaha terbaik Anda tidak akan dianugerahi dengan keberhasilan. Kegagalan ialah sumber informasi berharga yang amat besar. Belajarlah dari kegagalan. Pastikan bahwa perusahaan mempelajari kesalahan yang sama. Teruslah maju. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/10677-menerima-kegagalan-sebagai-bagian-dari-proses.html

Kamis, 25 Agustus 2011

Siapkan Usaha Anda Hadapi Bencana Alam

Views :141 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 24 Agustus 2011 15:14
bencana_0811Bencana alam menimpa tanpa peringatan. Gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi, dan angin puting beliung sering melanda Tanah Air. Apalagi telah kita ketahui bersama bahwa kita berada di kawasan “Ring of Fire” yang lebih akrab dengan bencana gempa dan letusan vulkanik daripada belahan bumi lainnya. Untuk itulah kita harus selalu siaga.

Tak terkecuali Anda sebagai entrepreneur. Jangan abaikan keselamatan usaha Anda. Sebagai entrepreneur cerdas, Anda harus tahu bagaimana melindungi atau setidaknya memperkecil dampak bencana terhadap usaha yang menjadi sumber penghasilan Anda dan orang-orang terkasih.

Caranya? Siapkan jauh-jauh hari sebuah rencana bencana yang detail dan siap untuk dijalankan kapan saja bencana terjadi.

Kadang terasa sulit bagi pemilik usaha kecil menengah untuk memikirkan masa depan di tengah-tengah rutinitas bisnis  yang menghimpitnya. Namun, sedikit persiapan di masa sekarang bisa menyelamatkan usaha di masa darurat.

Berikut ialah beberapa kiat bagi usaha Anda untuk menghadapi bencana:
·   Buat dan simpan beberapa set dokumen ekstra yang Anda anggap penting seperti kebijakan asuransi dan catatan keuangan.
·   Pastikan detail informasi kontak karyawan dan pelanggan Anda diperbarui dan mudah diakses.
·   Bersiaplah untuk melakukan komunikasi secara rutin untuk mengantisipasi selama dan setelah terjadinya bencana kepada semua pemegang saham Anda.

Selalu dengarkan apa yang dihimbau oleh pemerintah setempat di mana Anda beroperasi. Jika memang mereka menyarankan dengan sangat untuk mengungsi, Anda tidak punya pilihan lain selain menghentikan usaha selama jangka waktu yang tidak bisa ditentukan demi keselamatan jiwa. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/10697-siapkan-usaha-anda-hadapi-bencana-alam-.html