Tampilkan postingan dengan label bengkel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bengkel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

TAWARAN KEMITRAAN OTOMOTIF

PELUANG USAHA

 
Jumat, 23 September 2011 | 14:35  oleh Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN OTOMOTIF
Laba datang melayani di kemitraan bengkel dan toko suku cadang motor
Jumlah sepeda motor di jalanan terus bertambah dengan pesat. Setiap tahun penambahannya mencapai jutaan unit. Tahun ini saja, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan mereka mencapai 8,2 juta unit.

Meriahnya pasar sepeda motor tentu juga mendatangkan berkah bagi pemilik bisnis bengkel sepeda motor serta penjualan suku cadang motor. Demikian juga dengan Hendry Edy Wahono, pemilik bengkel sekaligus toko suku cadang bernama Bikermart di Purwokerto, Jawa Tengah.

Hendry memulai buka bengkel sejak 2008 silam. Ketika itu, selain membuka bengkel dia juga berjualan suku cadang sepeda motor dengan konsep minimarket. Bengkel dan minimarket suku cadang itu melayani semua merek dan jenis sepeda motor. Di bengkel ini, konsumen bisa memperbaiki motor, sekadar perawatan, hingga penggantian suku cadang.

Dengan menggunakan konsep minimarket, pelanggan bisa leluasa memilih suku cadang yang diinginkan. "Pangsa pasar kami kelas menengah," kata Hendry.

Karena pelanggannya kian banyak, Hendry memutuskan untuk menawarkan kemitraan kepada khalayak sejak 2009 lalu. Saat itu, Hendry memang ingin mengembangkan Bikermart di daerah lain.

Untuk menjaring mitra, Hendry menawarkan dua konsep kerja sama, yaitu kemitraan minimarket saja, dan kemitraan minimarket plus bengkel. Untuk kemitraan minimarket, ada tiga paket investasi yang ditawarkan. Pertama, paket gold dengan investasi Rp 200 juta. Kedua, paket silver Rp 150 juta. Ketiga, paket bronze senilai Rp 100 juta.

Untuk paket minimarket plus bengkel, Hendry juga menyediakan tiga bentuk investasi: Paket gold investasi Rp 300 juta, paket silver Rp 200 juta, dan paket bronze Rp 150 juta. "Mitra cukup menyediakan tempat saja, adapun peralatan dan pelatihan dari kami," terang Hendry.

Kini Hendry telah sukses menjaring 24 mitra. Adapun paket paling laris adalah paket minimarket plus bengkel silver. Hendry mengklaim, paket ini bisa meraup omzet Rp 60 juta per bulan.

Adapun mitra yang mengambil paket gold mendapat omzet Rp 150 juta per bulan. "Balik modal bisa 10 bulan - 18 bulan, tergantung lokasi," jelas Hendry yang menargetkan punya 50 mitra sampai akhir tahun.

Minimnya pesaing membuat Hendry makin percaya diri. "Bengkel umum cenderung konvensional dan sudah jenuh," ungkap Hendry yang sedang memproses perubahan izin dari kemitraan menjadi waralaba.

Salah satu mitra Hendry yang mengklaim bakal meraih sukses adalah Rio Fernando. "Konsep Bikermart belum ada di daerah kami," kata Rio.

Rio buka gerai Bikermart Juni 2010 lalu di Cilegon, Banten. Sejak beroperasi, omzet Rio berkisar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per hari, atau rata-rata Rp 40 juta per bulan.

Meski belum mencapai target omzet, pria berusia 25 tahun mengaku ada tren kenaikan kunjungan ke bengkel dari bulan ke bulan. Menurutnya, salah satu kelemahan dari bengkelnya itu adalah minimnya promosi di wilayah Cilegon

Rio sudah membuka gerai Bikermart sejak 15 bulan yang lalu, namun bulan ini belum balik modal. "Hitungan saya, balik modal baru beberapa bulan ke depan," ungkap Rio.

Bikermart
Jl. S Parman No. 206,
Purwokerto 53141
Telp. 0281-621505

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/78176/Laba-datang-melayani-di-kemitraan-bengkel-dan-toko-suku-cadang-motor

Jumat, 09 September 2011

Lancar laba bisnis bengkel panggilan

PELUANG USAHA

 
Jumat, 09 September 2011 | 14:57  oleh Handoyo
PELUANG BISNIS OTOMOTIF: BENGKEL PANGGILAN
Lancar laba bisnis bengkel panggilan
 

Berlama-lama menunggu antrean di bengkel tentu tak menyenangkan. Namun, sekarang itu sudah ada jalan keluarnya. Kalau Anda malas mengantre telepon saja CATS dan O-Beng. CATS dan O-Beng adalah bengkel panggilan yang siap melayani Anda yang tinggal di Jakarta.

Jumlah sepeda motor maupun mobil yang kian meningkat, membuat usaha bengkel panggilan kian berkembang. Mereka ini siap dipanggil sewaktu-waktu dan di mana saja ada kerusakan kendaraan. Itulah prinsip dalam menggeluti bisnis ini.

Salah satu perusahaan yang melirik bisnis ini adalah PT Rema Tip Top Indonesia. Melalui bengkel berjalan bernama CATS, Rema mengusung konsep one stop service, CATS mengerjakan berbagai keluhan konsumen mengenai kendaraan mereka. "Semua kita kerjakan layaknya bengkel station," ujar Stevanus Pasanto Kurniawan, Marketing Promotion PT Rema Tip Top Indonesia.

Selain mengutak-atik mesin, CATS juga siap menambal ban, cuci dan salon mobil. Menurut Stevanus, 60% pelanggannya, selain perbaikan kendaraan, selalu minta layanan cuci dan salon. Untuk cuci komplet, pelanggan cukup membayar Rp 40.000. Sedangkan biaya salon Rp 250.000-Rp 500.000, dan tambal ban Rp 50.000 - Rp 200.000. Menurut Stevanus, biaya tambal cukup mahal karena Rema mengadopsi teknologi Jerman.

Adapun servis mesin, biaya tergantung kapasitas mesin mobil. "Kalau hanya tune up saja, biayanya antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000, di luar pembelian spare part," katanya. Selain biaya itu, pelanggan juga harus membayar biaya transportasi mekanik sebesar Rp 25.000.

Stevanus mengklaim, tarif segitu masih jauh di bawah harga standar bengkel Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). "Perbandingannya bisa lebih 50%," katanya.

Dengan tarif bersaing, dalam sebulan rata-rata CATS bisa melayani sekitar 10 sampai 20 mobil. Jumlah itu cukup banyak, sebab CATS hanya melayani pelanggan sekitar Jabodetabek.

Bengkel O-Beng asal Tangerang di bawah usaha PT Ulise Sentosa Abadi juga menggeluti bisnis bengkel panggilan ini. Hanya, O-Beng fokus pada pelayanan perbaikan dan perawatan mobil-mobil Jepang. "Kita ada untuk lebih memudahkan konsumen," jelas Imanuel Kristianto, staf administrasi Bengkel O-Beng.

Usaha ini tercetus melihat antrean panjang bengkel yang menyita waktu berjam-jam.Dengan O-Beng, pelanggan tinggal telepon dan semua sudah bisa diatasi.

Didukung tiga tim dengan 10 mekanik, setiap tim dilengkapi peralatan pendukung layaknya bengkel tetap. "Kita ada armada khusus," kata Kris.

Kris juga mengklaim pelayanannya lebih murah dibanding bengkel resmi atau umum. Untuk jasa pelayanan perbaikan mulai Rp 250.000 sampai Rp 450.000 di luar pembelian suku cadang. O-Beng saat ini juga hanya melayani pelanggan di sekitar Jabodetabek saja.

Menurut Kris, permintaan layanan bengkel panggilannya meningkat 50% saat Ramadan. Jika pada hari-hari normal jumlah pelanggan yang memanfaatkan jasa layanan Bengkel O-Beng berkisar 10 unit mobil, ketika mendekati Lebaran jumlahnya naik menjadi 15 unit mobil per hari.

Permintaan layanan tidak terbatas kendaraan pribadi, namun juga perusahaan dan rental mobil. "Namun sebanyak 75% untuk mobil keluarga," jelas Kris.

Seiring dengan makin prospektifnya bisnis home service ini, baik Bengkel CATS ataupun O-Beng dalam waktu dekat berencana untuk mewaralabakan bisnis ini ke masyarakat.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/77048/Lancar-laba-bisnis-bengkel-panggilan