Tampilkan postingan dengan label Penyakit Sidat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Sidat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

Infeksi Penyakit Fin Rot "Syndrom Sidat Ogah Makan"

Sidat Kita

Infeksi Penyakit Fin Rot Ikan Sidat
Penyakit yang sering menyerang ikan sidat dapat dikasifikasikan menjadi 2 kelompok, yakni penyakit menular yang sering disebut parasit, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme seperti bakteri jamur, virus dan protozoa. Kemudian yang kedua adalah penyakit yang tidak menular, yaitu penyakit yang bukan disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi karena hal lain misal karena kekurangan pakan, keracunan konsentrasi oksigen dalam air rendah atau penyakit gelembung udara.

Dapat dikatakan bahwa penyebab langsung dari kebanyakan penyakit pada ikan sidat adalah parasit-parasit termasuk virus-virus, bakteri, jamur, dan protozoa. Penularannya semakin mudah di dalam kelompok ikan yang padat dibanding dengan di alam bebas.

Sebagai akibatnya, penyebaran penyakit yang lebih luas dapat ditemukan pada kolam budidaya sidat atau keramba . Banyak parasit, terutama yang termasuk golongan sistematika rendah tersebar luas, dan biasanya terdapat di dalam biotop atau bahkan juga di dalam tubuh ikan tanpa menyebabkan kondisi patologis. 

Bakteri seperti aeromonas hydrophilla, Flexibacter columnaris, Pseudomonas flurescens ataupun Vibrio anguilarum dikatakan bersifat saprofitis dan terdapat di mana-mana (ubiquitous). Namun demikian, dalam kondisi tertekan, bakteri tersebut dikenal sebagai penyebab penyakit, seperti haemorragic septicaemia, penyakit busuk insang (bacterial gill disease), pembusukan sirip (fin rot) dan vibriosis.

Salah satu penyebab penyakit pada sidat adalah bakteri, bakteri mempunyai daerah penyebaran relative luas sehingga hampir dapat dijumpai dimana saja. Bakteri mempunyai ukuran yang relative besar jika di bandingkan dengan virus, yaitu antara 0,3 sampai 0,5 mikron. Cara mencegah infeksi oleh bakteri adalah mengusahakan kualitas air dan lingkungan bebas dari polusi racun atau bahan kimia yang berbahaya, oksigen dalam lingkungan tetap terpenuhi, dan mencegah masuknya parasit eksternal maupun internal.

Sidat yang terkena infeksi fin rot akan kehilangan nafsu makan dan gerakan berenangnya mulai tidak teratur yang akhirnya ia akan muncul dan berenang di permukaan air. Sidat yang terserang secara eksternal akan mengalami pendarahan yang selanjutnya menjadi borok (haemorrhage) pada sirip perut dan ekor serta bagian anus. Secara internal usus dan lambung mengalami hyperemia yang akhirnya terkikis. Hati sidat yang terserang penyakit ini menjadi tidak berfungsi. Pada serangan lebih lanjut rahang bawah akan mengalami luka dan borok. Infeksi sekunder dapat terjadi jika sidat terserang oleh cotton cap.

Bakteri pathogen yang menyebabkan penyakit ini adalah Aeromonas liquefaciens yang menyerang organism sidat di air tawar dan biasanya menyerang pada suhu air 280C. Bakteri Aeromonas umumnya hidup di air tawar terutama yang mengandung bahan organic tinggi. Ada juga yang berpendapat bahwa bakteri ini hidup di saluran pencernaan. Ciri utama bekteri Aeromonas adalah bentuk seperti batang, ukuran 1-4,4 x 0,4-1 mikron, bersifat gram negative, fakultatif aerobic (dapat hidup dengan atau tanpa oksigen), tidak berspora, bersifat motil (bergerak aktif) karena mempunyai satu flagel(monotrichous flagella) yang keluar dari salah satu kutubnya. Penyakit ini senang hidup di lingkungan bersuhu 15 0C-30 0C dan pH 5,5 – 9.

Penularan bakteri Aeromonas dapat terjadi melalui air, kontak badan kontak dengan peralatan yang telah tercemaratau perpindahan sidat yang telah terserang Aeromonas dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu penanganan terhadap serangan pathogen ini adalah dengan membuang sidat yang telah terinfeksi supaya tidak menyebar kepada sidat lainnya. Cara lain mengatasi penyakit ini adalah dengan menambahkan air tawar yang bersih untuk menurunkan suhu air kolam.

Pengobatan dapat dilakukan dengan thiazine tang diberikan melaluai pakan dengan dosis 20 mg per hari untuk sidat seberaty 100g. pemberian dilakukan secara terus menerus selama satu minggu. Sidat yang terinfeksi juga dapat diobati dengan cara merendam dalam obat furam atau sulpha. (Sumber :http://blogkesayangan.blogspot.com/2008/12/infeksi-penyakit-fin-rot-pada-sidat.html)
By. Sidat Kita

Jumat, 09 September 2011

Cara Merawat Ikan Sidat Yang Sakit

Sidat Kita

Ikan Sidat Yang Sakit
Meskipun ikan sidat adalah ikan yang kuat bertahan hidup tetapi kita pasti pernah melihat ikan sidat yang kurang sehat, sakit, luka-luka atau kurang bergairah karena terlalu lemah tubuhnya. Luka ditubuh ikan sidat bisa disebabkan karena banyak factor, ketika sidat tidak mau makan lama kelamaan ikan sidat ini akan menggigit temannya sendiri hingga akhirnya berkelahi dengan hasil banyak luka bekas gigitan ditubuh sidat.

Nah cara untuk mengobati atau merawat sidat yang sakit atau luka-luka karena bekas gigitan atau tergores benda tajam hingga kelihatan berdarah ditubuhnya sidat bisa menggunakan alternatif pengobatan sebagai berikut :

1. Obat PK bisa dibeli diapotek secukupnya 1 pack saja (warnanya ungu)
2. Siapkan ember plastik kira-kira ukuran 2 -4  liter air lalu tuangkan PK kedalamnya 1-2 gram sampai warnanya ungu sedang tidak pekat.
3. Ambil sidat yang luka dan masukan kedalam ember tersebut kira2 3-5 menit lalu ambil
    kembali masukan kembali kedalam kolam.
4. Kalau bisa pisahkan sidat yang luka dari sidat yang sehat, guna bisa monitor tingkat
    kesembuhannya.

Sementara untuk ikan sidat yang terkena jamur di tubuhnya atau “white spot” cirinya adalah ikan sidat terlihat berbeda warna dibagian tertentu semacam panu berwarna putih ditubuh ikan sidat, cara untuk mengatasinya salah satun caraya adalah dengan menabur garam secukupnya agar air sedikit payau.

Demikian postingan kali ini tentang cara merawat sidat yang sakit, semoga bisa menambah pengetahuan kita dan bermanfaat juga buat kita. (Dari berbagai sumber)
By. Sidat Kita


Rabu, 17 Agustus 2011

Kelemahan Pada Ikan Sidat

Sidat Kita




Kelemahan Ikan Sidat
Kelemahan ikan sidat, Ikan sidat yang kita kenal memiliki ketahan fisik yang sangat bagus karena sidat bisa hidup di segala alam walau dengan keadaan ektrim sekalipun seperti musim dingin sampai 8 derajat celcius sidat masih bisa bertahan atau dengan suhu air panas sampai dengan 32 derajat Celsius pun sidat masih bisa bisa hidup. Untuk suhu yang ideal memang antara 22 – 28 derajat celcius.

Disamping punya ketahan yang bagus dan prima ternyata sidat juga punya kelemahan, diatara kelemahan – kelemahan ikan sidat adalah tidak tahan dengan air dengan tingkat keasaman tinggi (Ph) diatas 7,5 atau malah terlalu rendah dengan tingkat keasaman (Ph) dibawah angka 6, karena ini akan mengakibatkan sidat menjadi stress dan banyak yang mati. 

Selain Ph, kelamahan sidat yang lain adalah tidak tahan terhadap amoniak yang tinggi, kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah dibawah 0,5ppm atau juga terlalu banyak kabut dipagi hari yang akan menggangu system pencernaan sidat. Ini akan berdampak pada pertumbuhan ikan sidat.

Solusinya yaitu dengan rajin mengganti air jika tingkat keasaam terlalu tinggi/terlalu rendah, penggantian air 50% sudah dirasa cukup untuk mneurunkan tingkat keasaman atau bisa juga dengan obat-obatan semisal zeolith. Sedangkan untuk kadar oksigen rendah bisa dengan menambahkan kincir air agar oksigen terlarut menjadi lebih tinggi.

Mungkin itu dulu yang dapat kita bahas dalam posting kelemahan ikan sidat, semoga bermanfaat.
By. Sidat Kita