Tampilkan postingan dengan label Sejarah Budidaya Sidat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Budidaya Sidat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Ikan Sidat Lebih Terkenal Diluar Negeri

Sidat Kita

Benih Sidat Marmorata
Berlendir seperti belut.. tapi kok punya sirip seperti ikan .. haahhhh kok kepalanya seperti ular, dan tubuhnya seperti lele, binatang apakah ini ??, namanya adalah Sidat atau Anguilla. Dan yang terkenal di Indonesia adalah Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata.

Di dunia terdapat 18 jenis spesies ikan sidat ini dan 7 spesies diantaranya berada dan berasal dari Indonesia. Bahkan ilmuwan menengarai bahwa nenek moyangikan sidat ini berasal dari perairan Sulawesi. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili, orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara ada juga yang menyebutnya Massapi.

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi.

Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting .

Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun . Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Poso, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan.

Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan. Di Indonesia yang berminat mengembangkan atau membudidayakan ikan sidat ini sebagai salah satu mata pencaharian belum begitu banyak, sayang rasanya kalo ikan yang begitu istimewa ini hanya di cuekin di negeri nya sendiri.
(sumber : http://malangrayanews.blogspot.com)
By. Sidat Kita


Kamis, 15 September 2011

Perbedaan Jenis Sidat Marmorata Dan Sidat Bicolor

Sidat Kita
Kadang kita sering mendengar istilah sidat marmorata dan juga sidat bicolor, tentu bagi yang sudah berpengalaman sudah pasti tahu perbedaan antara kedua jenis sidat ini yang sedang populer di indonesia untuk saat ini, bagi yang sudah berpengalaman silakan skip aja ke artikel yang lain dari pada mati kebosanan membaca tulisan ini, hehehe...
Sidat/Anguilla Marmorata

Tidak semua yang membaca tulisan ini tahu akan perbedaan jenis sidat marmorata dan bicolor, iya kan? mari sama-sama kita bahas satu persatu agar lebih jelas dan mudah dimengerti, jenis sidat marmorata atau bisa disebut dengan sidat kembang adalah jenis sidat yang mempunyai ciri warna tubuh seperti kulit kena penyakit panu, berbintik-bintik agak besar, dan mempunyai struktur tulang dan duri lebih rumit dibanding dengan sidat bicolor. Panjang sidat marmorata jika sudah memiliki berat 1kg bisa mencapai satu meter.

Ukuran fisik yang masuk konsumsi untuk jenis sidat marmorata adalah 500gram keatas per ekor tetapi yang paling banyak dicari pembeli adalah ukuran diatas 1kg per ekor, dengan harga lumayan mahal sekitar 150rb/kg untuk ukuran diatas 1kg/ekor. Sidat jenis marmorata ini banyak sekali ditemui di daerah timur indonesia seperti di Sulawesi, Ambon dan irian jaya. Menyebarjuga di kalimantan dan sumatera bagian utara katulistiwa.
Sidat/Anguilla Bicolor di bak Penampungan

Sedangkan ikan sidat jenis bicolor mempunyai ciri fisik berkulit halus dan mulus tanpa ada bintik, warna tubuh bagian atas lebih gelap daripada warna tubuh bagian bawah atau bagian perut sidat bicolor. Ukuran konsumsi untuk jenis sidat bicolor adalah 250gram ketas per ekor, sidat jenis ini memiliki strukur tulang dan duri hampir mirip 90% dengan jenis sidat anguilla japonica atau sidat khas jepang sehingga sidat jenis bicolor banyak diburu konsumen untuk dibuat unagi kabayaki.

Penyebaran sidat jenis bicolor banyak ditemui dipantai selatan pulau jawa membentang dari ujung kulon sampai dengan banyuwangi, sumatera bagian selatan khatulistiwa dan juga ada sebagian di kalimantan dan sulawesi. Harga pasaran untuk sidat jenis bicolor ukuran konsumsi 250gram keatas per ekor sekitar 80-100ribu per kilogramnya. Untuk harga benih per kilonya bervariasi antara 500ribu (glass eel), 400 ribu (elver kecil), 120ribu (fingerling), dan kisaran 90ribu untuk ukuran dibawah 200gram/ekor.

Bagaimana, sudah cukup jelas kan..? jika belum jelas juga bisa hubungi admin blog di bagian contact.
Terima kasih.
By. Sidat Kita

Jumat, 09 September 2011

Cara Merawat Ikan Sidat Yang Sakit

Sidat Kita

Ikan Sidat Yang Sakit
Meskipun ikan sidat adalah ikan yang kuat bertahan hidup tetapi kita pasti pernah melihat ikan sidat yang kurang sehat, sakit, luka-luka atau kurang bergairah karena terlalu lemah tubuhnya. Luka ditubuh ikan sidat bisa disebabkan karena banyak factor, ketika sidat tidak mau makan lama kelamaan ikan sidat ini akan menggigit temannya sendiri hingga akhirnya berkelahi dengan hasil banyak luka bekas gigitan ditubuh sidat.

Nah cara untuk mengobati atau merawat sidat yang sakit atau luka-luka karena bekas gigitan atau tergores benda tajam hingga kelihatan berdarah ditubuhnya sidat bisa menggunakan alternatif pengobatan sebagai berikut :

1. Obat PK bisa dibeli diapotek secukupnya 1 pack saja (warnanya ungu)
2. Siapkan ember plastik kira-kira ukuran 2 -4  liter air lalu tuangkan PK kedalamnya 1-2 gram sampai warnanya ungu sedang tidak pekat.
3. Ambil sidat yang luka dan masukan kedalam ember tersebut kira2 3-5 menit lalu ambil
    kembali masukan kembali kedalam kolam.
4. Kalau bisa pisahkan sidat yang luka dari sidat yang sehat, guna bisa monitor tingkat
    kesembuhannya.

Sementara untuk ikan sidat yang terkena jamur di tubuhnya atau “white spot” cirinya adalah ikan sidat terlihat berbeda warna dibagian tertentu semacam panu berwarna putih ditubuh ikan sidat, cara untuk mengatasinya salah satun caraya adalah dengan menabur garam secukupnya agar air sedikit payau.

Demikian postingan kali ini tentang cara merawat sidat yang sakit, semoga bisa menambah pengetahuan kita dan bermanfaat juga buat kita. (Dari berbagai sumber)
By. Sidat Kita


Minggu, 28 Agustus 2011

Mengapa Harus Budidaya Sidat ?

Sidat Kita




Budidaya Ikan Sidat
Ikan sidat Memiliki prospek yang sangat bagus untuk dibudidayakan, walau di Indonesia budidaya sidat belum begitu populer tetapi mengingat ikan sidat ini memiliki nilai gizi dan manfaat yang luar biasa maka mengapa kita tidak membudidayakan ikan sidat ini. Selain itu ikan sidat memiliki manfaat sebagai pemacu pertumbuhan manusia, mencegah kolestrol jahat, mencegah penyakit jantung, dan manfaat lain untuk kesehatan manusia.

Nah alasan lain mengapa kita harus budidaya sidat antara lain :

1.      1.Harga
Anda jangan kaget melihat ikan sidat ini dijepang karena harganya bias mencapai Rp.450.000/porsi untuk sekali makan, semnetara untuk sidat mentahnya untuk ukuran 250gram up bias diatas Rp.150.000/ekor. Sementara untuk pasar local Indonesia harga ikan sidat ukuran konsumsi ukuran 250 gram up bisa mencapai Rp.100.000/kg bahkan lebih.

2.      2.Permintan Pasar
Saat ini jepang membutuhkan ikan sidat konsumsi labih dari 200.000ton/tahun dan kuota ini belum semuanya terpenuhi, Negara pengekspor sidat ke jepang terbesar adalah china, Taiwan, dan Vietnam. sementara untuk pasar lokal pun tak kalah popular kebutuhannya. Jadi ini peluang besar bagi kita untuk budidaya sidat.

3.     3. Pemeliharaan
Sebenarnya pemeliharaan ikan sidat bias dibilang mudah, di Taiwan sendiri budidaya ikan sidat sudah berjalan lebih dari 10 tahun, disana budidaya sidat dari ukuran glass eel sampai dengan ukuran konsumsi 200gram up bisa ditempuh dalam waktu 6bulan. Kenapa di Indonesia belum bisa? Mari cari solusinya bersama.

4    4.Benih Melimpah
Seperti diketahui, Indonesia sangat kaya akan ikan sidat ini terutama dari tangkapan alam, dan benih ikan sidat atau glass eel mudah ditemuai di muara sungai yang menuju samudra, disepanjang pantai selatan jawa banyak glass eel jenis Anguilla bicolour, semetara di Sulawesi dan Kalimantan banyak dijumpai glass eel marmorata. Jadi kenapa tidak kita budidayakan glass eel ini menjadi sidat konsumsi?

5.      5. Dukungan pemerintah
Selama ini banyak sekali perusahaan BUMN yang bisa diajak kerjasama dalam hal permodalan untuk budidaya ikan sidat, salah satunya adalah PERTAMINA yang telah menggelontorkan dana satu milyard untuk membantu permodalan Budidaya sidat di karawang bersama Syaiful Hanif.

Mungkin itu sudah menjadi alasan yang kuat untuk kita bisa berbudidaya sidat, ayo bersama kita lestarikan produk asli Indonesia. Selamat ber- "budidaya ikan sidat"
By. Sidat kita

Sabtu, 27 Agustus 2011

Cara Membuat Pakan Untuk Glass Eel

Sidat Kita



Pakan Sidat Ukuran Glass Eel
Glass eel adalah anakan sidat yang bentuk tubuhnya masih transparan atau tembus pandang sehingga bisa terlihat tulang iga nya, Nah dalam posting kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat pakan untuk sidat ukuran glass eel. Berkaca di habitat aslinya atau di alam sidat jenis glass eel ini membutuhkan plankton untuk sumber makanan utamanya. tetapi kadang juga bisa memakan hewan-hewan kecil seperti anakan ikan, anakan udang, cacing kecil atau lainnya.

Permasalahan yang sering muncul adalah ketika glass eel tersebut dipindahkan kedalam kolam atau aquarium kita, jelas hal yang pertama adalah si glass eel tersebut ogah untuk makan karena perpindaha alam dan juga disebabkan perbedaan suhu air, kadar oksigen dan perbedaan lain yang tidak sesuai dengan alamnya atau habitatnya. Penangan yang pertama adalah membiarkan atau mempuasakan si glass eel tersebut selama 2-3hari kemudian baru kita bikinkan pakan untuk si glass eel tersebut.

Siapkan pur yang halus, campurkan dengan sedikit cacing sutera atau lumbricus blender hingga mengembang, jangan terlalu banyak dulu untuk pertama kali membuat pasta untuk glass eel ini, usahakan agar air dalam kolam tidak tercemar oleh capuran pasta ini. Masukan pasta ini kedalam keranjang kecil dan biarkan didalam kolam agar sidat glass eel ini mengetahui dan mencari untuk belajar memakan pasta ini.

Jika dengan pasta ini sidat belum mau makan juga terpaksa harus diberi makanan cacing sutera agar sidat glass eel ini kuat bertahan, setelah bisa memakan cacing sutera kita olah cacing sutera ini dengan campuran pur halus. Sekian postingan tentang cara membuat pakan untuk glass eel. semoga bermanfaat.
By. Sidat Kita

Kamis, 18 Agustus 2011

Ciri Khas Dan Keunikan Pada Ikan Sidat

Sidat Kita



Keunikan ikan Sidat
Ternyata diketahui bahwa keunikan bayi Sidat Semua Berjenis Laki-laki, Sidat atau Moa (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular. Ikan jenis belut atau ular ini memang besar potensinya dan diminati di manca negara. Sidat mempunyai sifat katadromus yaitu masa menjelang dewasa ikan sidat hidup di air tawar kemudian bermigrasi untuk bertelur atau berkembang biak di air laut.     

Ikan ini toleran terhadap salinitas, temperatur dan tekanan yang berbeda-beda.”Jenis kelamin bayinya atau dinamakan impun semua berjenis laki-laki. Ini unik. Jadi kita tidak bisa mengetahui kapan ikan sidat berubah berjenis betina,” terang Manajer Lapangan SLK-IPB Cipatuguran, Palabuhanratu Syarif Budiman.

Ikan sidat bertelur di dasar laut dan jika sudah membesar mereka (Sidat) bernjak ke air payau dan muara. Hingga meeka menetap di sungai. Dan begitu seterusnya. Massa Allah. Mungkin ini sebuah kekuasaan Allah SWT yang diperlihatkan kepada umatnya. keunikanan ikan sidat ini selain memang banyak protein dan memiliki harga yang sangat mahal di manca negara. Juga kehidupannya pun sangat berbeda dengan ikan lainnya. 

“Kita (IPB dan Pengusaha) masih melakukan penelitian, kapan atau diusia berapa, dan beratbearapa sidat berubah menjadi wanita. Dan kita juga tengah mengembangkan apakah bisnis sidat itu akan menguntungkan,” katanya. Dengan perbedaan tempat tinggal ini lah, sidat masih dianggap sulit untuk dibudidayakan. “Hidup sidat itu di dua rasa air tawar. Sehingga dengan kebiasaan itu kita masih mengalami kewalahan dengan banyaknya kemtian hingga mencapai 50 prersen bahkan 60 persen,” katanya.

Kematian itu, selain kebiasaan hidup ikan sidat, juga kebiasaan makan ikan sidat. Karena ikan sidat adalah jenis ikan kanibal yang biasa memangsa sejenisnya dalam ukuran lebih kecil. “Untuk mengantisipasi itu kita memindahkan sidat yang sudah membesar tidak disatukan. Memang mengurus sidat lumayan gampang-gampang susah,” tambahnya. Selain itu budidaya sidat dan penelitian sidat ini juga didukung dengan pengaturan suhu. Bahkan kolamnya pun ditutup degan kulambu agar tidak terlalu panas dn tidak terlalu dingin
By. Sidat kita 

Melihat Penelitian Budidaya Sidat Di Pelabuhan Ratu

Sidat Kita




Ikan Sidat Dikolam Pembesaran
Seiring dengan potensialnya pasar ikan sidat di pasaran luar negeri khususnya di Jepang, sejumlah masyarakat Cipatuguran, Kec. Palabuhanratu kini tengah melakukan penelitian usaha budidaya ikan sidat di Stasiun Lapang Kelautan (SLK) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Cipatuguran, Palabuhanratu. Penelitian ikan sidat tersebut bekerjasama dengan pihak kampus IPB dan investor dari Jepang, PT Jawa Suisan.

Penelitian ikan sidat ini akan dilakukan selama lima tahun. Sampai sekarang, penelitiannya baru berjalan satu tahun,” kata Pengelola SLK IPB, Syarif Budiman (36) warga Cipatuguran saat ditemui di SLK IPB di Cipatuguran, Palabuhanratu, Menurut dia, peluang pasar ikan sidat di luar negeri, saat ini dinilai cukup tinggi, terutama di Jepang. Kebutuhan ikan sidat di pasaran luar negeri mencapai sekitar 300.000 ton per tahun. Khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun atau hampir setengahnya kebutuhan dunia. Oleh karena itu, Jepang merupakan pasar terbesar untuk pasar ikan sidat.

“Bahkan di Jepang, harga ikan sidat yang sudah matang cukup mahal hingga mencapai Rp 200 ribu per kg. Ikan sidat ini, dari dulu sudah menjadi konsumsi harian masyarakat Jepang karena kandungan gizinya sangat tinggi,” kata Syarif.

Dikatakan, potensialnya pasar ikan sidat itu lah yang melatarbelakangi kegiatan penelitian budidaya ikan sidat di Palabuhanratu. Tak hanya di Palabuhanratu saja, di Karawang dan Indramayu pun tengah dilakukan penelitian yang sama. Bahkan penelitiannya dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan daerah setempat. “Kalau kita, kerjasamanya dengan investornya langsung dari Jepang,” tutur Syarif. 

Ia mengatakan, penelitian ikan sidat tersebut dilaksanakan untuk meneliti sejauh mana prospek usaha budidaya ikan sidat di Palabuhanratu, baik dari pembudidayaannya maupun dari keuntungan yang didapat. Jika prospeknya menguntungkan, investor akan menanamkan modalnya untuk mengembangkan usaha budidaya tersebut, termasuk membangun pabrik pengolahannya. 

“Kalau menguntungkan, investornya akan membangun pabrik pengolahan di sini. Ikan sidat yang menyerupai belut ini akan dimasak, diolah dan dikemas di sini. Setelah itu, baru dikirim ke Jepang berbentuk produk makanan olahan,” tuturnya. Lebih jauh Syarif menjelaskan, penelitian ikan sidat saat ini sedang difokuskan pada pengujian tingkat salinitas (kadar garam) dalam air, suhu serta pakan. Dikarenakan penelitiannya baru berjalan setahun, sehingga sampai sekarang belum diketahui hasil sementara penelitiannya.

“Apakah air, suhu dan pakan diberikan sudah cocok atau belum, kita juga belum tahu. Hanya saja, dalam penelitian ikan sidat selama setahun ini, tingkat kematian ikan sidat ini masih relatif tinggi, kira-kira mencapai 60 persen. Tapi untuk mengetahui hasil penelitian secara menyeluruh, tahun 2014 nanti ada evaluasi langsung oleh Dinas Perikanan Jabar, IPB dan investor dari Jepang,” katanya.(sumber: Pikiran Rakyat)
By. Sidat Kita

Cara Migrasi Larva Sidat "Glass Eel" Di Muara Sungai

Sidat Kita



Cara Migrasi Sidat Glass Eel
Migrasi larva sidat "glass eel" leptocephalus dari lokasi pemijahan di Samudera Hindia hingga kawasan perairan muara Sungai Progo berlangsung secara pasif mengikuti arus 1aut. Setelah bermetamorfosis menjadi glass eel, selanjutnya larva sidat rase glass eel tersebut masuk ke sungai. Larva sidat masuk ke sungai hanya pada waktu tertentu dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Larva sidat bermigrasi dari kawasan muara ke arab hulu. 

Dam Srandakan di Sungai Progo yang hanya berjarak 6,5 km dari muara, berpotensi menghentikan migrasi larva sidat "glass eel". Akibatnya, kelestarian sidat di Sungai Progo menjadi terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari migrasi larva sidat di Sungai Progo, serta nasib sidat setelah migrasinya terhenti oleh Dam Srandakan. Penelitian dilakukan dari bulan Februari 2007 hingga Juni 2009. Larva sidat rase glass eel dikoleksi di kawasan muara menggunakan jaring sodo pada tanggal 16 dan 28 kalender lunar. 

Waktu sampling pukul 18.00, 20.00, 22.00, 24.00, 02.00, 04.00, dan 06.00. Data yang dikoleksi meliputi keme1impahan, umur, ukuran tubuh, waktu kedatangan, dan kecepatan renang. Parameter fisiko-kimia yang dikoleksi meliputi curah hujan, intensitas cahaya, salinitas, suhu, pH, kandungan oksigen terlarut, turbiditas, penetrasi cahaya, kecepatan arus sungai, 1ebar mulut sungai, aras permukaan perairan muara, dan kandungan bahan organik. Larva sidat yang ditangkap diukur kecepatan renang dan diuji ketahanan hidupnya pada berbagai salinitas yang berbeda. 

Glass eel juga dikoleksi di sungai dari muara hingga dam pada tanggal 17 dan 29 kalender lunar pada pukul 04.00. Sidat rase yellow eel di bawah dam ditangkap menggunakan perangkap bubu dari muara hingga dam serta di Kali Nepi. Data yellow eel di bawah dam yang dikoleksi adalah cacah individu, panjang tubuh, dan kemampuan memanjat eel ladder. Sidat rase yellow eel di atas dam ditangkap menggunakan pancing sampai jarak 62 km dari muara. 

Data diana1isis untuk mendeskrepsikan dinamika kemelimpahan larva sidat, serta nasib sidat setelah Dam Srandakan dibangun. Dinamika kemelimpahan larva sidat dinalisis berdasarkan trend yang terjadi. Cacah individu yellow eel di bawah dam yang masuk ke Kali Nepi dianalisis dengan metode CPUE. Hubungan antara umur dan ukuran tubuh larva sidat dianalisis dengan metode one way anova sederhana. 

Hubungan antara parameter fisiko-kimia dengan kemelimpahan larva sidat di muara dianalisis dengan metode PCA. Dalam kurun waktu Februari 2007 - Juni 2009 telah dikoleksi sampellarva sidat di muara Sungai Progo sebanyak 1.082 ekor, yang terdiri ares A. marmorata, A. bicolor bicolor, dan A. nebulosa nebulosa. Larva sidat jenis A. bicolor bicolor paling banyak masuk sungai (63,96%). Kisaran umur larva sidat 58-190 hari, yang dibagi dalam 5 kelompok umur. 

Larva sidat masuk ke muara Sungai Progo saat arus laut di Samudera Hindia yang mengarah ke muara membawa leptocephalus. Glass eel bermigrasi masuk ke Sungai Progo hanya pada musim penghujan di bulan Oktober - Juni pacta tabun 2007 - 2009. Pada periode migrasi bulan Oktober - Januari tabun 2007 - 2009 larva sidat datang ke muara dari arab timur, dan merupakan hasil pemijahan bulan Juli - Oktober tabun 2006 - 2008. 

Pada periode migrasi bulan Februari - Juni tabun 2007 - 2009 larva sidat datang ke muara dari arab barat, dan merupakan hasil pemijahan bulan Nopember - Januari tahun 2006 - 2009. Migrasi tahunan larva sidat berlangsung pada saat curah hujan di atas 125 mm per bulan. Puncak mirasi tahunan larva sidat ke muara sungai terjadi setelah didahului curah hujan yang tinggi 3-5 bulan sebelumnya, dan kecepatan arus di mulut sungai rendah yaitu kurang dari 0,2 m per detik. 

Migrasi harian larva sidat berlangsung di akhir bulan lunar, pada malam hari saat intensitas cahaya 0 lux. Puncak migrasi harian berlangsung saat air pasang naik. Larva sidat yang masuk muara Sungai Progo segera bermigrasi ke arab hulu dan dapat mencapai Dam Srandakan dalam waktu 4 hari. Migrasi larva sidat rase glass eel hanya sampai dam. Dam yang tinggi dan dekat muara sungai menghentikan migrasi sidat. Sebagian besar sidat yang terjebak oleh dam tidak bisa melanjutkan migrasi ke arab hulu. Sebagian kecil sidat yang migrasinya terhenti oleh dam, bermigrasi masuk ke Kali Nepi. 

Kesimpulan penelitian ini adalah: jenis sidat yang masuk Sungai Progo adalah A. marmorata, A. bicolor bicolor, dan A. nehulosa nehulosa. Sidat jenis A. bicolor bicolor dan A. marmorata datang ke muara dari arah barat datang dan timur. Sidat A. nebulosa nebulosa datang ke muara dari arah barat. Migrasi tahunan berlangsung saat salinitas rendah akibat air sungai banyak masuk ke laut pada musim penghujan. 

Puncak migrasi tahunan berlangsung setelah didahului curah hujan yang tinggi 3-5 bulan sebelumnya serta kecepatan arus sungai di mulut sungai rendah. Migrasi harian berlangsung di akhir bulan lunar pada malam hari saat intensitas cahaya 0 lux. Puncak migrasi harian berlungsung saat air laut pasang naik. Tanggul pemecah ombak menghambat migrasi sidat masuk ke muara dan Dam Srandakan menghentikan migrasi sidat. (Dr. Agung Budiharjo, M.Si)
By. Sidat Kita

Senin, 15 Agustus 2011

Yuks Belajar Budidaya Sidat Dari Supra

Sidat Kita




Sidat Kita
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, mungkin ungkapan itu pas sekali bagi kita para pembudidaya sidat yang baru terjun untuk ikut membudidayakan ikan sidat di Indonesia. Negara tetangga jauh kita yaitu Taiwan sudah bisa untuk membudidayakan ikan sidat ini. Beruntung ada tenaga kerja kita yang bekerja di salah satu tambak sidat milik warga Negara Taiwan.

Suprayitno adalah salah satu orang yang bisa dibilang beruntung, disamping mendapat gaji bulanan sebagai penjaga tambak sidat di taiwan, beliau juga banyak menimba ilmu tentang persidatan hingga saat ini beliau sudah mahir untuk membesarkan sidat dari ukuran glass eel sampai dengan ukuran konsumsi hanya dalam waktu 6-8 bulan saja.

Suprayitno-pun tidak segan berbagi pengalaman dengan siapapun yang ingin mengetahui seluk beluk perikanan sidat, melalui situs jejaring sosial facebook  Supra biasa mengunggah vidio kegiatan sehari-harinya, Sudah cukup banyak vidionya yang diunggah ke situs jejaring sosial tersebut, beliaupun selalu menjawab pertanyaan dari siapa saja seputar dunia perikanan sidat.  

Karena keahlian itu beliau bertekad untuk bisa memajukan persidatan di Indonesia selepas kontraknya habis di Taiwan sana, menurutnya suhu dan iklim di Indonesia sangat cocok untuk pembesaran sidat, semoga kita bisa belajar dari beliau suatu saat nanti.
By. Sidat Kita



Sabtu, 13 Agustus 2011

Dilarang Ekspor : Glass eel Dan Benih Sidat

Sidat Kita




Sidat Kita
Sidat dan dunia persidatan ternyata juga terdapat mafia-mafia sidat (sebutan untuk eksportir nakal) yang dengan se-enak hatinya demi kebutuhan sendiri melakukan ekspor sidat untuk ukuran yang dilarang pemerintah untuk di ekspor (ukuran sidat glass eel dan dibawah 100gram/ekor). tapi itulah mungkin yang menjadi ciri khasnya, semakin sesuatu itu dilarang malah semakin dicari dan diakali agar bisa didapat. Disamping harga yang tinggi untuk pembelian dari buyer luar negeri melimpahnya stok benih sidat juga bisa menjadi alasan mengapa banyak sekali mafia-mafia sidat.

Untuk ukuran-ukuran benih sidat yang tidak boleh keluar atau diekspor adalah yang sesuai dengan Peraturan kementrian kelautan dan perikanan NOMOR PER 18/MEN/2009 sepert ini :
Ukuran dan benih sidat yang dilarang adalah:
  1. Benih adalah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa.

  2. Benih sidat adalah sidat kecil dengan ukuran panjang sampai 35 cm dan/atau berat sampai 100 gram per ekor dan/atau berdiameter sampai 2,5 cm.

Kita tentunya miris dan prihatin sekali melihat fenomena ini, dimana produk lokal Indonesia ternyata belum populer dibudidayakan di Indonesia, disamping karena faktor ilmu dan teknologi ternyata faktor SDM juga sangat berpengaruh. Ini bertolak belakang dengan Negara-negara seperti Taiwan, china, Korea selatan dan jepang yang sudah mampu membudidayakan ikan sidat ini lebih dari 10 tahun yang lalu.

Mari bersama kita jaga dan pelihara ikan sidat, atau setidaknya kita bisa belajar membudidayakan ikan sidat produk lokal Indonesia, saya yakin sebentar lagi Indonesia akan menjadi produsen sidat terbesar di dunia.
By. Sidat Kita

Jenis Filter Untuk Kolam Sidat

Sidat Kita



Sidat Kita
Air jernih tidak selalu berarti air yang sehat untuk ikan, mungkin air tersebut mengandung zat tidak berwarna seperti amonia dan nitrit, yang berbahaya dan bahkan mematikan ikan. ini dia macam-macam filter yang perlu diketahui :

Filter Mekanis.
Sebagian besar media filter memiliki fungsi mekanis. Tangki settling membuat gravitasi untuk menarik limbah padat untuk dikeluarkan dari air dengan memperlambat aliran air. Tangki settling biasanya ditempatkan diawal filter.

Dalam tangki settling dibuat pusaran air yang bergerak secara melingkar yang memungkinkan kotoran padat dalam air berkumpul di pusat dengan mudah dapat dialirkan ke pembuangan. Filter kasa atau anyaman dapat digunakan untuk menyaring air untuk tahap selanjutnya.

Filter Biologi.
Filter bergantung pada bakteri yang spesifik untuk menghancurkan sisa pakan atau kotoran ikan yg meracuni kolam menjadi substansi yang tidak berbahaya. Ada dua tahapan menguraikan amonia, tiap tahap memerlukan bakteri yang berbeda. Tahap pertama adalah menguraikan amonia menjadi nitrit dengan bakteri untuk nitrifikasi, seperti Nitrosomonas. Tahap kedua adalah mengkonversi nitrite menjadi nitrat oleh Nitrobacter.

Kedua jenis bakteri ini membutuhkan oksigen untuk hidup, endapan yang terbentuk dalam filter akan menekan level oksigen, sehingga penting untuk membuat sedimen dalam kondisi minimum, dengan menempatkan tangki settlemen dan dengan secara teratur, membersihkan filter ( jangan menggunakan air pam yang mengandung chlorine, karena akan membunuh bakteri).

Berbagai media yang berbeda mungkin di tempatkan pada filter, material seperti gravel, matt, hair roller, busa, bisa diterapkan untuk menyediakan permukaan bagi bakteri untuk berkembang biak. Filter biologi membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menjadi matang, budidaya bakteri nitrifikasi akan mempercepat proses.

Filter Kimia.
Karbon aktif menghilangkan chlorine, rasa, bau, warna, pestisida, logam berat dan ketidakmurnian lain. Filter carbon mesti diganti tiap 3 bulan. Zeolite akan menyerap amonia dari air. Fitur yang baik dari Zeolite ialah dapat di bersihkan dalam air garam (6 gr) per liter, selama 24 jam dan dapat digunakan kembali. Jangan menambahkan garam ke air kolam anda jika menggunakan Zeolite, karena ini akan melepaskan sejumlah amonia.

Jika filter biologi digunakan, filtrasi kimia tidak diperlukan lagi, tapi dapat digunakan jika filter biologi yang sudah jadi (matang) tidak mencukupi untuk kolam.  Filter pasir, beberapa pemelihara ikan menggunakan filter pasir sebagai tahap akhir untuk membersihkan air. Air dilewatkan ke pasir dengan tekanan tinggi, dan keluar dengan sangat jernih. Aktivitas bakteri juga mengambil tempat dalam filter pasir. Filter pasir cukup mahal, susah dibuat sendiri karena memerlukan tekanan air yang tinggi.

Pengontrolan Alga
Filter boologi merubah amonia menjadi nitrat, yang kurang berbahaya bagi ikan (kecuali dalam tingkatan yang tinggi), tetapi kerugiannya adalah alga menyukai nitrt, dan alga akan berkembang biak. Ada dua tipa masalah oleh alga, Air hijau, dan tanaman air. Air menjadi hijau karena alga mikroskopis di air, tidak berbahaya bagi ikan yang memakan alga.

Dalam cuaca cerah alga akan menggunakan oksigen, yang menyebabkan ikan susah bernapas. Ada beberapa cara untuk mengurangi alga: filter tanaman sayur sayuran, tumbuhan yang menggunakan nitrat, sehingga tidak cukup bagi alga. Filter Ultra Violet juga membunuh alga yang lewat; Bahan kimia Algaecide dapat digunakan tetapi masalah akan muncul kembali; Magnet yang ditempatkan pada pipa akan merusak sel alga secara internal, ini akan membunuhnya atau membuat alga tidak ber-reproduksi. Blanket weed (filament algae) akan membentuk pita panjang juga dapat dicegah dengan filtrasi dengan tanaman air, algaecide dan magnet.

Pembersihan Filter
Filter perlu dibersihkan secara teratur untuk membuang endapan, pertimbangkan hal ini dalam pembuatannya. Bikin pengeluaran pada dasar tangki, sehingga endapan dapat keluar dengan mudah, dan pembersihan endapan mudah dilakukan. Hal lain yg mudah dilakukan adalah menempatkan media filter dalam kantung dari jaring, tidak menuangkan media ke tangki begitu saja, sehingga media filter mudah di ambil satu persatu tiap kantung. Jangan sekali kali membersihkan filter dengan air PAM untuk filter yg sudah ada bakterinya, ini akan membunuh bakteri filter dan anda akan membutuhkan waktu agar bakteri berkembang biak lagi. (Diterjemahkan oleh: Ariya Hendrawan)

By. Sidat Kita