Rabu, 05 Oktober 2011

Subagio Hadiwidjojo, Menuai Untung di Bisnis Donat dan Kopi


PDF Cetak E-mail
Selasa, 04 Oktober 2011 17:10
Menjalankan sebuah bisnis, apapun jenis bisnisnya, memang memerlukan perencanaan yang sangat matang. Dengan perencanaan yang matang pula, seorang entrepreneur bisa mengolah sebuah peluang bisnis yang ada, menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Konsep itulah yang selalu dipegang oleh B. Subagio Hadiwidjojo, seorang entrepreneur yang bergerak di bidang food and beverages untuk kategori Donuts and Coffee, dengan brand Double Dipps. Kini dengan sistem waralaba yang dikembangkannya, Double Dipps telah memiliki lebih dari 100 gerai diseluruh Indonesia, hanya dalam waktu tiga tahun saja!

subagio_picJalan hidup menjadi seorang entrepreneur memang sudah menjadi cita-cita pria yang lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, tahun 1964. Menjadi anak laki-laki pertama dikeluarganya, membuat Subagio sudah merasakan tanggung jawab yang besar untuk menghidupi keluarga, terutama dua orang adiknya. Terlebih lagi saat ia harus kehilangan sang ayah saat ia menginjak kelas dua SMP.

“Saya harus berfikir tidak untuk diri saya saja, tetapi bagaimana saya bisa menghidupi keluarga saya. Kalau saya dulu kerja ikut orang, saya mungkin bisa menghidupi diri saya sendiri. Tapi kenyataannya, saya harus menghidupi juga adik-adik saya. Jadi tekat saya bulat untuk menjadi seorang entrepreneur. Lalu setelah SMA, saya ambil S1 tehnik sipil dan bekerja sebagai seorang kontraktor,” kenang Subagio, saat menceritakan masa mudanya.

Sebagai seorang kontraktor, Subagiopun sudah terbiasa bekerja dengan konsep dan perencanaan yang matang. Pria yang mengidolakan Ir. Ciputra inipun mulai merancang mimpinya menjadi seorang wirausahawan dengan memulai bisnis kecil kecilan dibidang property. Baginya, konsep yang matang dalam berbisnis adalah kunci sukses seorang enterepreneur dalam menjalankan bisnisnya, terlepas bisnis apapun yang ia jalankan.

“Saya melihat ini suatu peluang, kalau peluangkan tidak harus sama dengan latar belakang yang kita punya. Yang penting kita punya konsep yang tepat untuk menjalankannya. Dengan konsep yang kuat, kita bisa mempekerjakan tim yang tepat, agar bisnis kita bisa berjalan baik. Itu mengapa saya awalnya terjun di bisnis donat dan kopi, yang memang jauh dari latar belakang saya sebagai seorang kontraktor,” lanjut Subagio.

Dalam menjalankan bisnisnya, Subagio pun tak lepas dari sebuah kegagalan. Baginya bisnis memang perlu melewati prosestrial and error, sebelum akhirnya mencapai kesuksesan. “Kalau bicara kegagalan, itu sudah merupakan makanan sehari-hari. Untuk sukses, kita harus terlebih dahulu melalui beberapa fase yang bisa membuat diri kita lebih dewasa. kalau diawal, karena kita ga punya modal, kita harus tunjukan kepada orang bahwa kita punya keahlian dan kejujuran. dari kejujuran itu, orang akan mulai percaya kepada kita. dari sana kita harus bina networking kita agar makin banyak relasi yang mempercayai kita untuk bekerjasama,” ujarnya.

Dalam menjalani bisnis donatnya, Subagio tergolong cukup senior, karena ia memulai bisnis ini disaat telah menginjak usia 40 tahun. Namun, hal itu tak membuatnya merasa kalah dari pebisnis lain yang usianya jauh lebih muda darinya. Justru sebaliknya, ia merasa usianya adalah usia yang tepat baginya untuk bersaing di bisnis food and beverages.

Diusianya yang telah matang dan pengalaman 20 tahun dibisnis property, ia pun sudah siap secara mental dan jam terbang, sebagai seorang enterepreneur. Baginya, pengalmanannya sebagai kontraktor telah menempa mentalnya, dan memberinya networking yang luas dikalangan pebisnis. Baginya, sebagai wirausahawan, seseorang harus bisa menjadi orang yang bisa dipercaya baik secara kemampuannya berbisnis maupun kejujurannya dalam menjalankan usaha. Hal itu nantinya akan memudahkannya untuk bisa menjalankan bisnis apapun, dan melewati kesulitan yang beragam dalam menjaga kelangsungan bisnisnya.

“Saya bangga memulai usaha di atas kepala empat, karena track record saya sudah kelihatan di luar, nama baik saya sudah cukup dipercaya. Bagi saya itu faktor kunci yang tidak bisa ditukar dengan apapun,” ungkap Subagio.

Sebagai enterepreneur yang cukup senior, pria yang juga sedang mengembangkan waralaba dibidang property inipun ingin agar bisnisnya bisa memotifasi orang lain untuk bisa terjun menjadi wirausahawan. Diapun yakin, dengan makin berkembangnya bisnis waralaba di Indonesia, akan membuka mata banyak orang tentang peluang bisnis dibidang kewirausahaan. Baginya, sebagai seorang wirausahawan, tantangan terbesar adalah bagaimana dirinya bisa menciptakan entrepreneur-enterepreneur baru. Jadi bukan hanya fokus terhadap bisnis yang digeluti saja, tapi seorangentrepreneur pun harus bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan lewat produk yang ia pasarkan.

Bagi Subagio, menjadi pengusaha adalah sebuah mimpi yang harus diraih. “Untuk jadi pengusaha itu kita harus punya impian. Seorang pengusaha akan sukses jika memiliki visi yang jelas dari bisnisnya. Lalu kita harus punya hasrat, itulah yang akan membuat kita semangat untuk mengejar mimpi kita. Selanjutnya, kita harus kerja keras dengan semangat yang juga tinggi. Terakhir, jangan lupa berdoa karena bagaimanapun Tuhanlah yang memberi kita jalan yang terbaik,” ujarnya, menutup perbincangan. (*/Gentur)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kuliner/11697-subagio-hadiwidjojo-menuai-untung-di-bisnis-donat-dan-kopi.html

Resep Membuat Batagor Bandung

Peluang usaha makanan memang gak ada habisnya, karena merupakan kebutuhan pokok manusia. Jika anda ingin membuka usaha sukses di bidang makanan bisa anda lirik menu batagor yang satu ini. Batagor bukan hanya jajanan murahan kalau anda kreasikan maka akan menjadi jajanan dengan harga jual tinggi. Resep membuat batagor bandung dapat anda buat dengan mengikuti resep dibawah ini :


Bahan untuk batagor bandung :
  • 150 gram udang kupas, dicincang
  • 150 gram daging ayam, dicincang
  • 5 buah tahu putih besar, dipotong diagonal membentuk segitiga
  • 9 lembar kulit pangsit goreng
  • 6 sendok makan tepung kanji/tapioka
  • 3 sendok makan minyak wijen
  • 1 batang daun bawang, dirajang halus
  • 1 butir telur
  • Garam secukupnya
Bahan jika memakai saus kacang :
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh cuka
  • 150 gram kacang tanah digoreng dan dihaluskan atau pindakaas/selai kacang 4 buah cabai merah dikeluarkan biji,dipotong-potong dan digoreng, dihaluskan
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya
Cara membuat batagor bandung :
  • Keruk isi tahu untuk memberi tempat bagi adonan baso.
  • Kocok telur kemudian masukkan udang dan ayam yang telah dicincang, tepung kanji, minyak wijen, garam dan rajangan daun bawang.
  • Aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
  • Masukkan adonan ke dalam tahu yang telah dikeruk isinya tadi.
  • Untuk pangsit, ambil sedikit adonan, letakkan ditengah-tengah kulit pangsit, lalu ke empat sudut kulit pangsit disatukan dan ditekuk keluar.
  • Panaskan minyak dalam panci atau penggorengan.
  • Goreng tahu dan pangsit dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecoklatan.
  • Pada saat menggoreng, tahu dan pangsit sebaiknya terendam seluruhnya dalam minyak (deep fried).
Cara membuat saus kacang :
  • Campur kacang tanah goreng yang telah dihaluskan atau selai kacang dengan cabai merah goreng yang telah dihaluskan, gula pasir, cuka, garam dan air.
  • Panaskan sebentar hingga mendidih dan mengental.
Penyajian batagor dapat dibuat semenarik mungkin yang bisa menggugah selera. Potong-potong batagor menggunakan gunting atau pisau lalu tuangkan saus kacang, kecap manis serta jeruk purut. Resep membuat batagor bandung diatas dibuat untuk 10 buah batagor.

Tips Perawatan Anak Kelinci yang Baru Lahir

Bagi anak kelinci yang baru sama halnya dengan anak binatang lain yang baru dilahirkan memerlukan perhatian yang lebih dari induknya karena kelinci tergolong hewan yang biasanya dijadikan sebagai Hewan Peliharaan maka secara otomatis si pemelihara harus terlibat dalam mengurus "persalinan" induk kelinci tersebut. Kelinci tergolong binatang menyusui yang tak terlalu ribet dalam merawat anak-anaknya yang baru lahir.

Secara umum, hal penting yang biasanya diterapkan untuk merawat anak kelinci yang baru lahir, yaitu;

* Melakukan pemeriksaan secara tekun dan telaten terhadap anak kelinci yang baru saja dilahirkan.
* Semaksimal mungkin berusaha menjaga keselamatan anak kelinci.
* Melakukan pemindahan anak kelinci yang jumlahnya terlalu banyak ke induk kelinci yang tidak menyusui.

Tidak ada Calon jemaah haji tertinggal pemberangkatan

Rembang-709 calon jemaah haji Kabupaten Rembang tanggal 26 dan 27 oktober mendatang siap diberangkatkan. Kantor kementrian agama Kabupaten Rembang telah menyiapkan dan menyelesaikan segala administrasinya. Namun pihaknya sangat menekankan kepada calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan menjelang pemberangkatan. Hal tersebut disampaikan Kasi urusan haji dan umroh Mahmudi.


Mahmudi menyebutkan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat pemberangkatan ke embarkasi dipastikan ada beberapa calon jemaah haji Rembang yang tertinggal karena sakit, sehingga harus ikut terbang dengan kloter berikutnya.. Namun kali ini diupayakan jangan sampai tertinggal, pasalnya apabila tertinggal lebih dari 3 hari dikawatirkan terancam tidak bisa diberangkatkan, karena kloter terakhir yang diberangkatkan tanggal 30 Oktober.


Untuk itu diharapkan menjelang pemberangkatan, calon jemaah haji tidak menerima tamu hingga tengah malam, yang bisa menyebabkan kesehatannya menurun.


Mahmudi menyebutkan sesuai jadwal pemberangkatan, kloter 81 dengan jumlah 339 orang akan diberangkatkan tanggal 26 Oktober dan kloter 82 dengan jumlah 370 orang akan diberangkatkan tanggal 27 Oktober .


Selain 709 calon jemaah haji kabupaten Rembang yang diberangkatkan, masih ada tambahan 3 orang yang akan diberangkatkan, yakni Mahmudi beserta istrinya dari Sidorejo kecamatan sedan dan Kiswati dari Klaboran kecamatan Kragan. Mereka masuk kloter 90 dalam tambahan porsi haji nasional. Rencananya kloter dengan sebutan sapu jagad ini akan berangkat tanggal 29 Oktober bersama calon jemaah haji dari kabupaten/ kota di jawa tengah.


Mahmudi juga mengingatkan kepada calon jemaah haji untuk segera mengumpulkan koper haji dimasing-masing konsentrasi pemberangkatan. Untuk kloter 81 dikumpulkan H min 2 dan kloter 82 H min 3 sebelum pemberangkatan.

Perlu diterbitkan Perda Perlindungan BCB

Rembang-Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Rembang berharap sejumlah rumah china lama di Kecamatan Lasem dilindungi keberadannya. Pasalnya bangunan kuno tersebut menjadi saksi bisu era rumah candu yang mewarnai sejarah di Rembang, bisa dirancang menjadi tempat wisata altenatif unggulan, museum budaya.


Ketua MSI cabang Rembang yang juga Kepala Kantor Perpustakaan dan arsip, Edi Winarno menyatakan, ada yang urgen dari hal tersebut yakni pemerintah kabupaten Rembang harus segera menerbitkan peraturan daerah untuk melindungi benda cagar budaya semacam ratusan rumah china kuno. Karena apabila tidak dilestarikan dan dilindungi dengan regulasi, dikhawatirkan akan punah.


Menurut Edi Winarno, saat MSI cabang Rembang memantau rumah-rumah tua di kawasan Lasem, dijumpai banyak rumah yang dipugar dengan menghilangkan ciri khas pemukiman kuno tradisional Tionghoa. Apabila hal ini didiamkan saja, dikhawatirkan budaya rumah tua China di Kabupaten Rembang, khususnya di kecamatan Lasem bakal tak tersisa lagi.


Meski dalam Undang-undang Benda Cagar Budaya (UU BCB) memungkinkan satu situs benda cagar budaya dikelola oleh perorangan, namun hal itu tidak boleh terlalu bebas khususnya saat melakukan renovasi. Karena mengancam kelestarian keberadaan situs benda cagar budaya.


Ditegaskan, selain situs benda cagar budaya rumah tua China Lasem dan situs Terjan, beberapa lokasi peninggalan budaya yang perlu mendapat perlindungan yakni situs Plawangan Kragan, situs Kajar Lasem dan situs Sambikalong Pamotan. Dari catatan yang ada tempat-tempat tersebut merupakan peninggalan masa sebelum Masehi dan era kerajaan Majaphit.


Terkait usulan MSI cabang Rembang agar pemerintah kabupaten Rembang segera menerbitkan peraturan daerah sebagai regulasi pelestarian dan perlindungan benda-benda cagar budaya agar tidak punah, ditanggapi secara serius oleh Kepala Bagian Hukum Setda Rembang Agus Salim .


Menurut Agus Salim, proses didahului dengan usulan draft raperda oleh dinas/instansi terkait diajukan ke Bagian Hukum Setda, kemudian dilakukan kajian untuk penyempurnan, mengacu pada perundangan yang ada di atasnya. Hasilnya diserahkan kepada Bupati Rembang dan bila disetujui menjadi raperda maka diajukan ke DPRD Rembang guna mendapat pengesahan sebagai perda.


Agus Salim menambahkan, ada hal yang perlu dipikirkan serius dari diterbitkannya perda perlindungan BCB, yakni alokasi anggaran yang mengikat, karena untuk melestarikan situs-situs benda cagar budaya dari kepunahan membutuhkan banyak biaya. Mulai anggaran rutin pemeliharaan hingga operasi pengawasannya,


Selasa, 04 Oktober 2011

Tingkatkan Perekonomian Melalui TMMD

Lasem-Warga Desa Sendang Coyo Kecamatan .Lasem berharap dengan adanya pembangunan jalan dan jembatan sebagai akses penghubung antar desa dan kecamatan dari program TMMD Reguler ke 87 sengkuyung tahap II tahun 2011, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. TMMD sendiri dijadwalkan dilaksanakan satu bulan terhitung tanggal 10 Oktober mendatang.


Kades Sendang Coyo, Sudarto mengatakan, selama ini memang sebagian warganya mengeluhkan sulitnya akses jalan antar desa, karena tidak bisa menjual hasil komoditi yang diusahakan, sehingga mengurangi kelancaran perekonomian. Dengan dipilihnya sasaran fisik diantaranya dibangun jalan dan jembatan penghubung tentu disambut antusias oleh warga setempat.


Menurut Sudarto, warga di desanya terdiri 604 KK, tinggal di enam pedukuhan diantaranya dukuh Tluweng, Mentoro, Deles, Kebon, Sukolilo, dan Nglorok, total jumlah 2.621 jiwa. Mayoritas warga bermata pencaharian bercocok tanam di lahan pertanian, perkebunan dan tegalan.


Setelah nanti pembangunan fisik program TMMD selesai, diharapkan kesejahteraan warga berprofesi petani meningkat dari sebelumnya. Selama ini desanya kurang disentuh pembangunan khususnya jalan dan jembatan sebagai akses jalur perekonomian untuk memasarkan hasil penen. Petani mengandalkan para tengkulak yang datang dan komoditi yang dihasilkan sering kali dihargai murah.


Sudarto menambahkan, telah lama desa Sendang Coyo diplot menjadi desa agrowisata segera direalisasi, aparatur desa beserta warga telah melakukan persiapan, diantaranya mengajukan permohonan bantuan penyemaian hingga penanaman pohon durian ke Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah dan hal tersebut telah disetujui.


Dijanjikan kegiatan pembibitan/penyemaian sampai penanaman bibit tanaman durian di lahan seluas 20 hektar kedepan menjadi daya tarik agrobisnis desanya, membuat perekonomian lebih meningkat.


Terpisah, Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol ARM Dedy Jusnar Hendrawan, saat pra TMMD peninjauan lokasi mengatakan, program fisik TMMD meliputi cor jalan sepanjang 950 meter lebar 2,25 meter, pembuatan jembatan panjang 12 meter lebar l,3 meter, talud 8 unit, pos kamling 2 unit, dan sarana MCK 1 unit terdiri 3 bilik.


Pihaknya mengimbau agar seluruh hasil pembangunan dari program TMMD yang menelan anggaran sekira Rp 500 juta nantinya dijaga dan dirawat sebaik mungkin, untuk dimanfaatkan demi kemajuan masyarakat setempat.


Selain itu tambahnya, dari kengiatan wujud nyata karya bhakti membangun desa tersebut diharapkan makin meningkatkan jalinan hubungan antara TNI dengan masyarakat yang sudah berjalan harmonis.

Pancur Peringkat 2 Lunas PBB

Pancur-Kecamatan pancur kembali menorehkan prestasi dalam pelunasan pajak sebelum batas waktu yang di tentukan yakni pada bulan September 2011, Yakni berhasil menduduki peringkat ke 2 dalam lunas Pajak Bumi dan bangunan (PBB) setelah Kecamatan Sumber. keberhasilan lunas PBB di Kecamatan Pancur, tidak terlepas dari kerjasama sama yang baik antar pihak Kecamatan, desa dan warga yang sudah sadar akan membayar pajak demi kepentingan pembangunan.


Camat pancur Suryawan menjelaskan, untuk mencapai pelunasan PBB di 23 desa di wilayahnya, pihak Kecamatan hanya butuh waktu 3 bulan yakni di mulai pada bulan April dan lunas pada bulan Juni 2011, Langkah ini diakuinya memang tidak mudah, namun strategi untuk dapat Lunas PBB yang diterapkan dari awal, adalah mengadakan kerjasama tim antara kantor kecamatan dengan Tim desa. yakni dengan sistim target dalam melaksanakan pelunasan PBB.


pelaksanaan penarikan PBB di mulai 1 April 2011 dan berakhir pada 30 Juni 2011, dengan sistim target yang harus di setor pada awal bulan April sebesar 35% dan penarikan ke 2 bulan Mei dengan target 40% serta target yang ke tiga pada bulan Juni yang di bebankan desa sebesar 25%, Dari target yang telah menjadi beban setiap desa, sukses dijalankan pihak Kecamatan


Suryawan menyebutkan, pajak yang menjadi tanggungan Kecamatan Pancur di tahun 2011 sebesar Rp. 238,4 juta lebih dengan 1.779 lembar Surat Pemberitauan Pajak Terutang (SPPT). Aadapun untuk wajib pajak terkecil desa Ngulangan sebesar 3.jutaan dengan 343 lembar SPPT, sedangkan setoran pajak terbesar yakni desa Kalitengah sebesar 28 jutaan dengan 579 lembar SPPT.


Ditambahkan,masalah pajak diakuinya sangat rentang terhadap permasalahan, apabila ditingkat desa ditemui masalah, secara kedinasan maupun perorangan akan diselesaikan ditingkat desa maupun tingkat kecamatan, Tujuannya agar setiap permasalahan cepat terselesaikan dan setoran wajib pajak tidak terlambat, Langkah ini ternyata sangat efektif menurunkan angka tunggakan PBB, bahkan hasilnya tidak ada keterlambatan dalam penyetoran dari wajib.