Tampilkan postingan dengan label Kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelinci. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Tips Perawatan Anak Kelinci yang Baru Lahir

Bagi anak kelinci yang baru sama halnya dengan anak binatang lain yang baru dilahirkan memerlukan perhatian yang lebih dari induknya karena kelinci tergolong hewan yang biasanya dijadikan sebagai Hewan Peliharaan maka secara otomatis si pemelihara harus terlibat dalam mengurus "persalinan" induk kelinci tersebut. Kelinci tergolong binatang menyusui yang tak terlalu ribet dalam merawat anak-anaknya yang baru lahir.

Secara umum, hal penting yang biasanya diterapkan untuk merawat anak kelinci yang baru lahir, yaitu;

* Melakukan pemeriksaan secara tekun dan telaten terhadap anak kelinci yang baru saja dilahirkan.
* Semaksimal mungkin berusaha menjaga keselamatan anak kelinci.
* Melakukan pemindahan anak kelinci yang jumlahnya terlalu banyak ke induk kelinci yang tidak menyusui.

Selasa, 04 Oktober 2011

Jenis-Jenis Kandang Kelinci Hias

Siapa yang tak kenal dengan hewan yang lucu bertelinga panjang yang satu ini? Banyak sekali orang membudidayakan kelinci sebagai hewan ternak, tapi ada pula yang memeliharanya sebagai Hewan Peliharaan. Merewat kelinci hias tidak terlalu susah.

Kadang kelinci hias adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. kandang kelinci hias sama halnya seperti rumah bagi kelinci, memerlukan penataan dan perawatan khusus agar kelinci-kelinci hias anda bisa nyaman tinggal di dalamnya.

Jenis-Jenis Kandang Kelinci Hias
Kandang atau rumah kelinci ini bisa kita desain sedemikian rupa sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi kelinci.

* Kita bisa membuat kandang kelinci hias seperti kandang pada umumny yang berupa kotak dan terbuat dari triplek atau kayu. Kota kayu ini kemudian diberi empat kaki, sehingga kandang ini tidak menempel pada tanah. Bagian bawah, sebaikanya memakai bambu yang batangnya melengkung atau bisa juga memakai kawat. Ini bertujuan agar kotoran dan sampah yang ada di kandang kelinci bisa langsung jatuh ke bawah, ke tanah atau ke tempat penampunga kotoran yang sudah disediakan.

* Jenis kandang yang lain adalah tipe kandang terbuka, bentuknya kotak berjeruji kayu dan tanpa atap (mirip tempat tidur bayi yang diberi jeruji kayu). Umumnya kandang tipe ini berukuran besar dan agak tinggi, bisa ditaruh di dalam rumah sehingga kelinci hias bisa sepuasnya tanpa harus berkeliaran di luar rumah. Khusus untuk tipe kandang seperti ini, sediakan "toilet" khusus bagi kelinci (sebelumnya, anda harus melatih kelinci hias ini dari kecil untuk buang air pada tempatnya).

* Untuk sebagian orang, kelinci hias malah tidak memiliki kandang. Mereka dibiarkan berkeliaran baik di dalam maupun di luar rumah. Sebagai gantinya, pemilik kelinci akan membuat/membeli kandang yang fungsinya hanya sebagai tempat tidur.  Bentuk dari kandang tipe ini tidak terlalau rumit, hanya sebuah kandag kecil dengan berbagai bentuk (misalnya bentuk rumah, bentuk kotak biasa, dll) yang luasnya hanya cukup bagi kelinci untuk tidur.

Senin, 03 Oktober 2011

Tips Perawatan Kandang Kelinci Hias

Jika anda memiliki Hewan Peliharaan kelinici hias, ada baiknya mengetahui Tips Perawatan Kandang Kelinci Hias, karena kelinci yang sehat tak lepas dari kualitas kandang mereka;

Kandang yang baik adalah kandang yang tidak terlalu sempit bagi kelinci hias, khususnya bagi kandang yang selalu tertutup. Sesuaikan ukuran dengan besar kelinci maupun jumlahnya, karena dengan kandang yang sempit kelinci tidak leluasa bergerak, tidak nyaman dan berakibat stres yang akhirnya mempengaruhi kesehatan mereka.

Selalu jaga kebersihan kandang dari kotoran atau sisa-sisa makanan secara rutin. Walau sudah dilatih, kadang kelinci masih saja buang air sembarangan atau membiarkan sisa makanan berserakan di dalam kandang.

Kandang kelinci hias yang baik adalah kandang dengan pencahayaan yang baik. Jangan sampai kandang kelinci hias terlalu gelap dan suram, hal ini juga bisa membuat kelinci hias merasa stres, apalagi bila mereka jarang sekali dilepas di luar kandang.

Tak ada salahnya apabila anda menyediakan "ranjang" bagi kelinci hias sebagai tempat tidur. Anda dapat membuatnya dari berbagai bahan, mulai dari koran bekas, spons, gabus atau kapas yang dibalut kain. Tempat tidur sederhana ini bisa membuat kelinci-kelinci hias anda hangat ketika udara dingin menyerang.

Jumat, 23 September 2011

Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Anggora

Akhir-akhir ini fenomena kelinci hias sering muncul di berbagai media cetak dan televisi. Pemirsa di tanah air serasa mendapat pemandangan yang unik dengan Hewan Peliharaan ini. Beberapa stasiun televisi maupun media cetak memandang sebagai sebuah fenomena hobi, bukan bisnis (peternakan). Para pemirsa televisi dibuat gemas oleh beragam jenis kelinci hias tersebut. Lucu, jinak dan benar-benar fenomena baru.

Kecenderungan ini wajar mengingat selama ini kita hanya tahu bahwa kelinci yang menjai Hewan Peliharaan masyarakat Indonesia jenisnya monoton dan hanya dipelihara untuk konsumsi daging. Memelihara kelinci, bagi para petani dilakukan sebagai peliharaan sambilan di samping memelihara kambing, domba atau sapi. Jenis kelinci yang selama ini dipelihara petani pun biasanya kelinci lokal yang tubuhnya kecil dan monoton bulunya. Berikut tips cara merawat dan memelihara Kelinci Angora:
 
  • Suhu udara lebih dingin dari kandang kelinci biasa. 
  • Makan 3x sehari dan jangan banyak mengandung air. 
  • Jangan terlalu sering dimandikan (grooming) karena bulunya mudah rontok. 
  • Jaga kebersihan kandang, biarkan sinar matahari masuk yang penting jangan lembab dan sirkulasi udara baik dan drainasi untuk mengalirkan kotorannya terjaga bersih. 
  • Ukuran kandang minimal 50×50 cm dan jika memungkinkan buatkan tempat makanan tersendiri lebih tinggi dari pijakan kelinci agar tidak terinjak-injak. 
  • Jika kelinci angora siap beranak maka siapkan kandang yang lebih luas. 
  • Beri rerumputan kering di atas kotak kecil agar kelinci angora merasa hangat untuk persiapan melahirkan. 
  • Beri makanan dari daun yang hijau, misalkan rumput lapangan, kangkung dan sayuran lainnya. Berikan dalam keadaan layu kecuali dia sendiri yang mencari makanannya. 
  • Jangan mencuci sayuran agar kadar airnya rendah, sesuai dengan point kedua. 
  • Kelinci angora pun menyukai ubi jalar, berikan padanya, dan usahakan jangan memberi makanan hanya satu jenis saja. Karena akan mengakibatkan bosan dan susah makan. 
  • Waktu makan yang tepat sekitar puku 7 pagi, siang hari makan secukupnya dan sore hari sekitar pukul 18.00. Kebiasaan jenis kelinci memang makan sepanjang malam. 
  • Siapkan tempat tidur tersendiri agar tidak terinjak-injak dan terkena kotorannya sendiri. 
  • Untuk anak kelinci angora usahakan jangan terlalu banyak terkena tanah lembab atau becek agar tidak terkena penyakit gatal.
Semoga bermamfaat dan beguna.

Selasa, 20 September 2011

Cara Mengawinkan Kelinci

Anda mempunyai kelinci tetapi bingung bagaimana cara mengembangbiakan Hewan Peliharaan anda dengan baik, atau anda telah mencoba beternak kelinci tapi masih juga gagal. Mungkin anda belum mengetahui dan menerapkan Cara Mengawinkan Kelinci yang baik dan benar. Ada beberapa hal yang mesti di perhatikan bila kita mengawinkan kelinci.

Mengawinkan kelinci itu perlu aturan. Para pemula sering ngawur dan tidak memperhatikan kaidah. Berikut ini mohon diperhatikan secara serius dan taati aturan mainnya. Jangan sering membuat asumsi-asumsi sendiri sehingga gagal atau bahkan menyiksa kelinci.

1. Betina di bawa ke kandang jantan. Jangan sampai terbalik. Jantan butuh dominasi sehingga ia lebih agresif kawin di kandangnya sendiri.

2. Perkawinan pada suhu di atas 27 derajat tidak baik.

3. Perkawinan seharusnya pada pagi hari, antara jam 6-8(waktu ideal), atau jam 6-8 malam).

4. Bopong kelinci betina ke kandang jantan. Biarkan beberapa menit. Biasanya sebelum sex kelinci butuh cumbuan. Berputar-putar duluan itu biasa. Hati-hati kalau kecepit alas. Mestinya kandang harus bagus dan

tidak mengakibatkan kelinci yang berlari-lari terjepit. Bisa patah kaki nanti. Kalau kandang jelek mending dikawinkan di luar saja. Caranya, pejantan dikeluarkan dulu, jeda 15 menit baru diturunkan betina. Hal ini perlu supaya pejantan merasa menguasai areanya dulu. Biasanya dengan menyemprotkan air kencing untuk menguasai lokasi. Jika sudah kencing, barulah betina diturunkan.

5. Biarkan saja berkejar-kejaran. Sampai nanti mereka akan kawin.

6. Menjelang penetrasi penis ke vagina, biasanya betina merunduk, dan jantan di atasnya, lalu ekor betina naik tanda memberi kesempatan penis menusuk.

7. Saat penetrasi penis, pejantan butuh waktu beberapa saat. Dan setelah penis masuk biasanya pejantan langsung aksi. Sebentar kemudian, kira-kira dalam beberapa genjotan akan orgasme. Pejantan orgasme akan terkulai lemas, terkapar. perilaku betina biasanya santai saja. Kadang berdiri lalu berdandan, kadang tidur dan kadang mereka saling mencumbu.

8. Setelah satu menit kemudian, ambil betina dari kandang jantan. Istirahatkan barang 10-15 menit. Baru kemudian dikawinkan lagi ke kandang pejantan. Kalau sudah dua kali, bisa diulangi sekali lagi dengan mengistirahatkan 10-15 menit lagi. Jika pada kawin ketiga betina sudah tidak mau, anggaplah cukup. Toh perkawinan sekali biasanya juga jadi.

9. Bagaimana mengistirahatkan kawin jika di alam bebas? Tidak usah diistirahatkan. Biarkan saja mereka berkeliaran bersama. Nanti akan kawin ulang lagi. Cukup setengah jam mereka berdua di lapangan, setelah itu kembalikan.

Mengapa Ada kelinci yang menolak kawin?
Biasanya, karena sedang dalam kondisi hamil, tetapi dalam kondisi hamil pun kelinci bisa kawin dan hamil lagi. Awas, jangan sampai terjadi perkawinan dalam masa hamil atau menyusui. Menyiksa nanti. Penolakan betina kepada jantan juga bisa disebabkan beberapa hal, antara lain, 1) betina tidak suka dengan pejantan itu. Solusi, ganti pejantan lain.2) betina merasa tidak nyaman dalam kandang. Solusi, kawin di luar.3) betina sedang dalam kondisi stress, solusi tidak bisa dikawinkan. Rawat dulu, coba ulang beberapa hari kemudian.

Sabtu, 17 September 2011

KENAPA INVESTOR KELINCI PADA JATUH?

Memperhatikan  email yang masuk di Prestasi Indonesia, yang intinya mengeluh dengan investasinya diantaranya :
  1. Ada yang memberi gaduhan kelinci pada masyarakat selama dua tahun justru kelicinya habis.
  2. Mencoba investasi pada kelinci tidak lebih lima bulan kelincinya semakin menyusut karena kematian.
  3. Korban PHK mencoba investasi pada keinci, tidak bisa langgeng, bahkan pesangonnya habis di usaha ini
  4. Tapi ada yang investasi kelinci sekarang menikmati hasil luar biasa, karena tahu ilmu kelinci.
  5. Mengadakan komunitas para peternak kelinci bersamaan dengan diberi dana investasi oleh lembaga tertentu juga mengalami kemandegan karena banyak yang mati.
Memang, bila kita tidak tahu ilmunya, mengerjakan sesuatu akan meraba raba, mencoba coba, bahkan ada yang ikutanpun ternyata mengalami kegagalan.
Agar tidak jatuh kedua kali, atau bagi mereka yang ingin terjun usaha ternak kelinci, atau mereka yang ingin investasi pada kelinci, kami sarankan :
  • Niat untuk beternak kelinci dengan membicarakan kepada  keluarga (untuk yang ingin dipelihara sendiri).
  • Untuk yang ingin  menerima investasi, harus dimengertikan ilmu ternak kelici dengan ikut pelatihan.
  • Anak kadang (yang memberi pakan, membersihkan kandang dll)  wajib ikut  pelatihan agar mengetahui ilmunya.
  • Usahakan lokasi peternakan tidak sering dikunjungi para penghobi atau orang  hanya ingin lihat lihat. Tujuan kita beternak untuk usaha secara ekonomis, bukan untuk pameran.
  • Sebelum investasi, disurvey dulu kemampuan hijauan daerah tersebut, apa cukup hijauan tersebut diberikan pada kelinci, jangan mengandalkan dari sayuan.
  • Seringsering komunikasi dengan para peternak besar atau penangkar agar terus membangkitkan semangat
  • Bahwa kebutuhan daging kelinci di Indonesia  akhir akhir ini terus meningkat tajam, terutama di kalangan segmen menengah keatas.
ILMU KELINCI BUKAN HANYA TEORI SAJA, TETAPI PSIKOLOGI TERNAK KELINCI JUGA HARUS DIPAHAMI DAN INI YANG DAPAT MEMPENGARUHI KEBEHASILAN HINGGA SAMPAI 60 %
Masalah permintaan untuk pencerahan pada para investor, kami akan menyelenggarakan pada bulan nopember akhir, sekaligus  mempertemukan  para pengguna daging kelinci dengan investor. Biasanya di Hotel.
Semoga bisa menjawa semua email yang masuk pada Prestasi.
Salam kami untuk para pedli kelinci.

CARA MENYAPIH ANAK KELINCI

Kematian anak kelici pasca sapih bisa dikatakan tinggi, baik itu dikarenakan tidak mau makan, kembung, mencret dan atau penyakt lainnya.
Sebenarnya hal ini bisa ditanggulangi apabila kita mau pemperlakukan bertahap dalam penyapihan. Tentunya kasih sayang kita harus ditunjukkan dengan sikap kta yang harus ditata.  urutan penyapihan  dilakukan sebagai berikut :
  1. Biarlah induk kelinci  menyusui sampai minimal satu bulan atau ditandai dengan induk apabila disusui oleh Brindil sudah mulai enggan, terutama menjelang senja.
  2. Penyapihan dilakukan dikandang indukan dengan cara memberi sekat yang dibuat berjeruji agar brindil tidak bisa menyusui induknya tetapi brindil tetap bisa melihat induknya. Perlakuan ini minimal satu minggu. Dengan perlakuan ini, maka sebenarnya kandang indukan harus lebih besar dan leluasa apabila dilakukan sistem penyapihan ini.
  3. Minggu kedua, sekat mulai ditutup rapat sampai brindil tidak bisa melhat induknya. Ciri brindil siap dipindah ke kandang pembesaran apabila sudah mulai enjoi dalam makan dan bermain dengan temannya.
  4. Saat pemindahan ke kandang pembesaran, sekat kandang indukan dibuka dan dibersihkan dari bulu bulu yang menempel dan kotoran yang lembek. Dan keluarkan box kotak tempat beranak dan bersihkan  sampai besih dari kotoran dan bulu (ingat jangan di cuci) kemudian bila memngkinkan, indukan dipindah ke kadang umbaran selama tiga hari, pindahkan kembali ke kandang indukan tunggulah sampai dua minggu baru indukan mulai dilihat sampai ada tanda tanda minta kawin, baru dikawinkan.
  5. Perlu diperhatikan, bahwa box untuk beranak jangan sekali kali  digunakan untuk beranak indukan yang lain.
  6. Perlu di ingat, selama indukan menyusui, pemberian hijauan harus lebih banyak dibanding pada waktu bunting.
Dengan memperlakukan demikian, akan menekan kematian brindil, dan tentunya membuat berkembangnya kelici kita. Masalah kelinci sebenarnya lebih mudah ditangani apabila kita mengerti ketidak sukaan kelinci karena  sikap kita padanya (kelinci).

KENAPA INDUK KELINCI JANGAN GEMUK.

Menjawab masalah indukan yang dipertanyakan di email maupun sms, berikut kami sampaikan beberapa hal penting.
Mengapa induk kelinci tidak boleh terlalu gemuk ?
  1. Karena apabila induk kelinci gemuk menyebabkan tingkat kesuburan menurun
  2. Induk kelinci cenderung lebih banyak duduk dan tidak banyak aktifitas.
  3. cenderung rakus makan, termasuk hijauan maupun konsentrat.
  4. Bila dikawin pejantan, alat kelamin jantan sulit masuk divagia,
  5. Bila mempunyai anak akan sedikit ASI
Bagaimana perlakuan terhadap induk untuk indukan ?
  1. Perbanyaklah pemberian hijauan, terutama pada kebuntingan.
  2. Berilah minuman secukupnya, terutama pada waktu menyusui.
  3. Jangan sering dipindah pindah kandang dan jangan sering diangkat.
  4. Lebih suka di elus dan disayang.
Jangan gemuk untuk indukan kelinci
Bagaimana cara memilih Induk yang bagus :
  1. Carilah di penangkar kelinci atau peternak yang mencatat cecording maupun silsilah.
  2. Jangan mencari yang dalam perkawinan adalah perkawinan keluarga atau sedarah
  3. Induk kurus tidak masalah yang penting sehat.
  4. Carilah  puntingnya yang  kelihatan dan mata bersinar
  5. Tubuh semitris dan kulit bulu halus.
Anggapan yang keliru untuk memiliki  indukan :
  1. Mencari indukan  yang gemuk,
  2. Mencari indukan yang penting besar
  3. Kelinci kawin keluarga tidak masalah
  4. Silsilah pada kelinci tidak penting
  5. Kelinci sering diperlihatkan pada orang lain, akan menambah nilai harga
Semoga bermanfaat.

ANALISA USAHA KELINCI

Sekarang banyaknya para para investor yang menawarkan dana untuk usaha peternakan kelinci dan beberapa email yang masuk, kami akan  menampilkan analisa usaha kelinci yang sangat sederhana.
Analisa Usaha :

Spesifikasi :









*   Jangka Waktu Usaha Peternakan        Dua Tahun








*   Jumlah  Kelinci  yang dipelihara 5  ekor, dengan jantan 1 ekor betina  4 ekor






*  Jenis Ternak : Kelinci pedaging  dengan harga @ Rp 300.000 untuk induk






*  Sistem Pemeliharaan : Dikandangkan dengan tambahan pakan konsentrat






*  Kelinci dua tahun beranak  8 kali  satu kali beranak minimal 4  ekor  yang hidup






*  Kotoran dijadikan pupuk Organik








*  Dana yang  dibutuhkan               Rp. 2.050.000



















Biaya  Operasional :









*  Pembuatan Kandang  sederhana, bahan di sekitar kita


Rp 300,000



*  Sarana  Produksi (karung untuk tempat kotoran, ember, selang,dll)
Rp       25,000



*  Indukan 5 ekor kelinci



Rp 1,500,000



*  Pakan hijauan petani cari sendiri, tambahan konsentrat


Rp 200,000



*  Obat obatan dan vitamin



Rp 25,000
_________







Total biaya/investasi
Rp 2,050,000

Penerimaan









*  Betina 4 ekor, 2 th beranak 8 X @ 4 ekor @ Rp.30.000


Rp 3,840,000



*  Kelinci afkiran  Indukan  5 ekor per ekor  Rp 75.000


Rp 375,000
_________







Total Penerimaan

Rp 4,215,000




Keuntungan per dua tahun Rp 2,165,000















Keuntungan per tahun
Rp 1,082,500












 ANALISA  USAHA


















*   Perbandingan penerimaan dengan biaya :



















Perbandingannya 4,215,000 / 2,050,000






                         = 2.056097561








                  Artinya setiap penambahan biaya Rp 1  akan memperoleh penerimaan Rp 2,05















*  Net  Present Value




















     Bila uang sebesar  Rp 2.050.000  disimpan di bank dengan suku bunga 12 % setahun




     maka jumlah yang  diterima 2 tahun yang  akan  datang adalah


















NPV 2,050,000.0 X 1/(1+0.12)2







2,571,520



















    Artinya bila bunga bank pada umumnya 12 % per tahun, maka penerimaan  dari





    uang yang ditanamkan di bank sebesar  Rp 2050.000  akan bertambah selama






    dua tahun sebesar  Rp 521.520








    Perhitungan ini dihitung dalam tabungan atau deposito bank selama dua tahun

















    Tapi bila ditanamkan pada peternakan kelinci dengan uang sebesar Rp 2.050.000





    menghasilkan tambahan dana  sebesar  Rp  1.082.500

CARA MENGATASI KELINCI SCABIES / GUDIGAN

Keluhan keluhan para peternak kelinci biasanya padi kulit kelinci  yang gudigan atau merah dan kasar. Dan hampir peternak pernah mengalami demikian. Apa sebenarnya penyebab dari kelinci gudigan tersebut ??
Secara  pengetahuan, kelinci yang demikian disebabkan oleh :
  1. Ventilasi kandang kurang , bahkan sinar matahai tidak masuk sama sekali e lokasi kendang.
  2. Kelembaban kandang, terutam pada lantai
  3. kandang gelap, tanpa ada sela antara kandang satu dengan yang lain.
  4. Hijauan yang terlambat dibersihkan dari kandang, sehingga sampai terjadi pembusukan.
  5. Kandang jarang diberikan fumigasi atau penyemprotan kuman atau bacteri
  6. Jarak lantai dengan alas kotoran terlalu dekat, sehingga terjadi amoniasi
  7. Air minum yang banyak tumpah ke lantai kandang.
  8. Daya tahan tubuh kelinci rendah
Untuk mengatasi hal tersebut, memang perlu diadakan pencegahan dan pengobatan, antara lain :
  1. Usahakan dalam mendatangkan kelinci itu  yang sehat, terutama tempat kandang yang mau dibeli kelincinya, harus benar benar sehat,
  2. Kalau bisa membeli kelinci yang mempunyai  catatan kesehatan, sukur ada silsilahnya.
  3. Sangat dianjurkan, setiap bulan minimal, kelinci di umbar (dilepas) dan kandang bisa di fumigasi agar kelinci sehat terus.
  4. Bila memungkinkan atap diberi kaca atau seng plastik bening, dengan tujuan agar kandang bisa tersinari sinar matahari.
  5. Hijauan yang diberikan diusahakan sudah dilayukan, kalau perlu hijauan disemprot air yang sudah diberi GMP.
  6. Jaga terus kandang  tetap kering, apabila kandang kena air kencing langsung turun dan mengering, jangan sampai tertahan sisa hijauan atau kotoran
  7. Setiap hari, teutama di sore hari, kandang dibersihkan dari pakan pakan yang tadi pagi.  Gantilah pakan yang baru untuk sore  harinya.
Bagaimana tingkatan  pengobatan :
  1. Dengan bedak dan dipindahkan ke kandang lain, untuk kelinci yang :
  • Tingkah laku kelinci yang sudah tidak jenak, suka menggaruk garuk dan menjilati kuku, tapi kulit belum kasar.
  • Ada tanda tanda kulit mulai memerah
  • mata mulai sayu dan banyak gerak.
2.   Dengan menggunakan obat suntik ringan (bisa wormectin atau yang lain), untuk kelinci yang :
  • Kulit mulai kasar,
  • Bulu mulai kusam
  • Telinga mulai merah dan geriwil ( tidak rata)
  • Sekitar kuku, bulu mulai gundul
  • nafsu makan mulai menurun
Dengan menggunakan obat injeksi dosis tinggi (misalnya ivomec)
  • Telinga mulai luka parah, bahkan penyakitnya menggerogoti telinga
  • Hidungnya mulai luka
  • Nafsu makan turun tajam
  • banyak duduk dan mengelengkan kepala
Hal demikian kalau tidak segera dilaksanakan pencegahan dan memahami psikologi ternak, bisa merugikan peternak bahkan bisa menyebabkan fatal.

Senin, 12 September 2011

Grooming/Memandikan Kelinci

Untuk menjaga kebersihan Hewan Peliharaan Kelinci kesayangan kita, alangkah baiknya perlu dimandikan agar badannya bersih dan bebas dari penyakit kutu atau tungau. Dengan mandi dan grooming , bulu kelinci akan tumbuh dengan baik dan terawat.
Proses  grooming  dan pada kelinci sebagai berikut :

1. Sediakan air hangat
Siapkan dua bak air hangat, untuk mandi dan bilas. Bila pakai bak mandi untuk bayi atau ember plastik lebar. Kondisi air hangat-hangat kuku. Isinya setengah dari tinggi kelinci.

2. Basahi Kelinci
Masukkan kelinci dalam bak mandi. Arahkan kelinci membelakangi Anda, agar tidak mencakar seandainya berontak. Usapkan air hangat dari belakang ke arah depan. Usap rambut agar air hangat meresap sampai ke kulit. Sebelumnya , tutup kuping kelinci dengan kapas agar tidak kemasukkan air.

3. Keramas dengan shampo
Angkat kelinci dari bak untuk dikeramas. Letakkan di ats perlak bayi, usapkan sampo merat ke seluruh tubuh. Boleh pakai sampo kiiten ( anak kucing ) atau sampo bayi . Agar merata samponya, pijit sampai kekulit tubuh, usap bagian yang mudah kotor dan susah dijangkau. Misalnya telapak kaki, sekitar anus dan daun telinga.

4. Bilas sampai Bersih
Masukkan lagi kelinci dalam bak untuk dibilas. Guyur dengan air hangat pelan-pelan sembari mengusap rambut dan kulit dengan tangan. Pindahkan ke bak bilas yang sudah dipersiapkan. Guyur dan usap berulang-ulang. Lakukan sampai sampo benar-benar bersih dari rambut dan kulit.

5. Angkat dan keringkan
Setelah bersih, angkat dari bak lalu titiskan rambut dengan handuk kering. Lalu rambut dikeringkan dengan hair drier sambil disisir. Semua bagian tubuh harus kering, termasuk bagian perut, lipatan kaki dan telinga.

6. Bersihkan telinga dan kuku
Lubang telinga perlu dibersihkan dengan cotton bud. Carnya, bashai cutton bud dengan baby oil, lalu bersihkan lubang telinga secara lembut dan hati-hati. rapikan kuku menggunakan gunting. Pemontongan bisa sebelum mandi.

7. Taburi bedak
Potong rambut bagian tertentu, misalnya sekitar anus, agar tidak terkena pup dan pipisnya. Rapikan bagian kaki agar tidak menganggu gerak. Agar aromanya wangi, taburkan bedak bayi atau kitten. Bila perlu tambahkan dengan menyemprot baby cologne biar lebih wangi. Setelah semua beres , berikan makan untuknya. Usai mandi, nafsu makan kelinci luar biasa. Makannya sangat lahap.

Grooming atau Memandikan kelinci cukup 1 atau 2 bulan sekali. Memandikan akan membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 60 menit, lakukan dengan lembut dan tenang. Jangan paksa Hewan Peliharaan kelinci anda untuk masuk air jika menolak keras, tenangkan dulu kelinci anda dan coba usap pelan-pelan dengan air hangat agar terbiasa.

Yang perlu diperhatikan adalah usia kelinci. Untuk kelinci dibawah umur 3 bulan, sebaiknya jangan dimandikan dulu. Cukup diusap dengan handuk yang telah dibasahi air hangat, kemudia diperas hingga tidak menetes lagi.

Jumat, 09 September 2011

Ciri Kelinci Fuzzy Lop

Kelinci Fuzzy Lop merupakan Hewan Peliharaan hasil dari pembiakan dari jenis kelinci Holland Lop. Perbedaan yang dimiliki kelinci Fuzzy Lop dengan jenis kelinci lain yaitu terletak pada bentuk badan, leher, telinga, dan rambut atau bulu. Leher pada kelinci Fuzzy Lop lebih pendek, dan memiliki bentuk telinga yang menjuntai ke bawah sebatas pipinya (lop).

Badannya lebih bulat dan kecil, berat idealnya berkisa 3,5 hingga 4 pon. Bentuk kepalanya bulat dengan muka berbentuk datar. Hidungnya cenderung tidak terlalu menonjol, bulunya pun berbeda dengan kebanyakan kelinci lain. Bulu Hewan Peliharaan kelinci jenis Fully Lop memang tidak terlalu lebar dan panjang, tidak seperti kelinci jenis Angora.

Bila diraba, bulu kelinci Fuzzy Lop tidak terlalu lembut dan halus. Ciri tersebutlah yang membuat orang menamainya Fuzzy. Fuzzy memiliki 19 variasi warna bulu dengan panjang masing-masing tidak lebih dari 1,5 hingga 2 inchi. Kelinci yang memiliki bulu tidak terlalu lebat dan halus, mempunyai sepasang telinga menjuntai, itulah Ciri Kelinci Fuzzy Lop.

Rabu, 07 September 2011

SENTRA KELINCI LEMBANG, BANDUNG

Peluang Usaha

SENTRA USAHA


AGRIBISNIS

Senin, 05 September 2011 | 13:24  oleh Handoyo
SENTRA KELINCI LEMBANG, BANDUNG
Sentra kelinci Lembang: Sisa kejayaan orde baru (1)
Bermula dari kelinci bantuan presiden pada 1980-an, kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat, kian identik dengan kelinci. Bahkan di Desa Sukalaya, Lembang, terdapat 15 peternak dengan ratusan induk kelinci. Setiap induk melahirkan empat kali dalam setahun.

Kawasan Lembang, Jawa Barat, tidak hanya menyimpan pemandangan alam yang mempesona. Lembang yang berhawa sejuk ini, selain menghasilkan sayur-mayur nan melimpah, juga menjadi sentra peternakan hewan lucu menggemaskan yang disebut kelinci.

Saking melimpahnya hasil ternak kelinci itu, kalau mampir ke Lembang, Anda tentu menemui berbagai kedai dengan masakan khas berbahan baku daging kelinci; antara lain satai kelinci dan sop kelinci.

Tentu tak cuma kelinci matang saja yang bisa Anda nikmati. Kalau Anda ingin beternak kelinci di rumah, Lembang adalah tempat membeli indukan kelinci yang bagus.

Lembang memang pantas dijuluki sebagai sentra peternakan kelinci di Jawa Barat. Kalau kita runut ke belakang, sentra peternakan kelinci mulai bermunculan ketika rezim Orde Baru masih berkuasa.

Waktu itu, Presiden Soeharto tengah mencanangkan program bantuan presiden (banpres) di berbagai daerah di Indonesia. Nah, salah satu daerah yang mendapat banpres itu adalah Lembang. Karena Lembang berhawa sejuk dan banyak sayuran, pemerintah menganggap kelinci paling cocok dibiakkan di situ.

Ternyata, rezim Soeharto tak selalu salah. Hawa Lembang memang cocok buat kelinci sehingga kelinci banpres yang jumlahnya puluhan itu kini berkembang biak secara luas. Nah, salah satu desa yang serius mengembangkan kelinci adalah Desa Sukalaya. Di desa ini ada 15 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya pada hasil ternak kelinci. Mereka rata-rata memelihara 30 ekor sampai 50 ekor indukan.

Untuk memenuhi permintaan pasar, peternak di Sukalaya tidak hanya mengembangbiakan kelinci pedaging, tetapi mereka juga mengembangkan kelinci piaraan, seperti kelinci ras rex, angora, lop, dutch, ataupun netherland dwarf.

Narso Suprapto, pria asal Solo yang beternak kelinci di Sukalaya, bilang, kelinci mudah diternakkan karena mudah pula perawatannya. "Selain itu, bentuk kelinci itu cantik dan bagus," kata Narso yang baru memulai beternak kelinci pada 1997 silam.

Saat Narso memulai usaha, harga kelinci waktu itu cukup menggiurkan. Apalagi waktu itu, pehobi kelinci lagi booming.

Ketertarikan menjadi peternak kelinci disampaikan juga oleh David Dodi Purnomo. Walaupun masih tergolong baru beternak kelinci, tapi Dodi sudah lama bergaul dengan pelaku bisnis kelinci di Sukalaya. "Saya baru serius beternak kelinci tahun 2006," kata David. Menurut dia, beternak kelinci sangat praktis. "Sewaktu-butuh uang, kelinci bisa dijual," terang David.

Saking likuidnya, kelinci umur sebulan pun sudah bisa diubah menjadi duit. Usia kelinci segitu memang lagi lucu-lucunya. Biasanya, harga kelinci umur sebulan dijual kepada pengepul Rp 10.000 per ekor. "Kalau pembeli kelinci perorangan, kami jual Rp 20.000," kata David.

Lebih menguntungkan lagi karena produktivitas kelinci sangat tinggi. Sepasang indukan rata-rata melahirkan empat kali setahun, sekali melahirkan bisa empat ekor. "Dulu saya pernah punya 150 induk kelinci," kenang Narso.

Narso sengaja mengurangi jumlah ternak kelincinya karena merasa sudah tua dan anak-anak selesai sekolah.
Selasa, 06 September 2011 | 14:32  oleh Handoyo
SENTRA KELINCI LEMBANG, BANDUNG
Sentra kelinci Lembang: Musim hujan sulit cari rumput kering (2)

Masyarakat Sukoloyo memilih beternak kelinci karena mudah dan sederhana pemeliharaannya. Satu-satunya kesulitan adalah saat musim hujan tiba. Mereka kesulitan mencari rumput kering. Maklum, rumput basah bisa membuat perut kelinci kembung dan diare.

Ketekunan dan kesabaran merupakan pedoman yang dijalankan oleh para peternak kelinci di wilayah Sukoloyo, atau yang lebih dikenal dengan Karmel, Lembang, Bandung. Setiap hari mereka harus mencari rumput guna memenuhi kebutuhan pakan kelinci.

Tak jarang, demi mendapatkan kualitas rumput yang baik, mereka harus berjalan sejauh 15 kilometer (km) ke wilayah Ciater, yang posisinya lebih tinggi lagi. Namun, bila memiliki sedikit uang lebih, mereka memilih untuk membeli pakan-pakan kelinci tersebut.

Dengan modal Rp 200.000, Narto Suparto--salah satu peternak kelinci di Sukoloyo--mulai merintis bisnis kelinci. "Uang itu untuk membeli delapan ekor indukan," ungkap Narto.

Letak geografis Lembang yang berada di lereng pegunungan setinggi 1.250 di atas permukaan air laut (dpl) memang cocok untuk membiakkan binatang imut ini. "Hawanya dingin, kelinci pun mudah berkembang biak," jelas Narto.

Ada beberapa nilai lebih mengapa budidaya kelinci makin digemari warga di sekitar Sukoloyo ini. Selain bersifat prolifik atau mudah untuk beranak pinak, kelinci memiliki tingkat reproduksi yang tergolong cepat, tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, pertumbuhan badan yang cepat serta cara pengembangbiakkan yang sederhana.

Memang, saat berusia lima bulan kelinci sudah bisa dikawinkan. Dalam setahun paling tidak kelinci bisa beranak sekitar empat sampai lima kali. Sekali beranak, satu indukan mengeluarkan enam ekor anak kelinci.

Hanya, kata David, peternak yang lain, kelinci termasuk hewan manja. Peternak kelinci harus tanggap dengan kondisi kelincinya. Karena itu, kelinci harus sering dikontrol, kebersihan yang selalu terjaga, serta pemberian makan teratur merupakan kunci sukses budidaya kelinci. "Paling tidak kandang kelinci rutin dibersihkan satu minggu sekali," kata David.

Selain perawatan harian yang mudah, pemeliharaan kelinci juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Peternak kelinci di Sukoloyo hanya melibatkan anggota keluarga saja.

Menurut warga setempat, masalah yang biasa dihadapi dalam budidaya kelinci adalah serangan penyakit bloat atau kembung dan diare. Penyakit ini menyerang bila rumput yang menjadi pakan kelinci masih basah. Kendati sepele, apabila tidak segera diatasi bisa berakibat kematian.

Karena itu, Narto maupun David bilang, cuaca merupakan permasalahan utama dalam pembudidayaan kelinci. Jika musim hujan tiba, para pembudidaya kelinci pun kesulitan mencari rumput kering.

Jika hal ini terjadi, terpaksa pembudidaya membeli rumput seharga Rp 10.000 per kilogram. Dengan sekitar 40 indukan, Tri Apriyanto, juga peternak kelinci di Sukoloyo, membutuhkan 2 kg rumput segar kering setiap harinya.

Sebagai alternatif, peternak kelinci juga memberikan makanan pengganti seperti singkong dan daun kol. Mereka mendapatkan pakan alternatif ini dari petani sayur setempat.
Rabu, 07 September 2011 | 15:03  oleh Handoyo
SENTRA KELINCI LEMBANG, BANDUNG
Sentra kelinci Lembang: Terbelenggu jejaring pengepul kelinci (3)
Selain kendala pakan, peternak kelinci di Desa Sukoloyo, Lembang, sulit memasarkan kelinci. Peternak menggantungkan penjualan dari pengepul yang membeli kelinci peternak dengan harga murah. Agar usaha tetap berjalan, peternak berusaha menjual kotoran kelinci.

Dari kacamata bisnis, budidaya kelinci memiliki peluang yang cukup menggiurkan. Betapa tidak, harga hewan lucu bertelinga panjang itu terbilang tinggi di pasar. Apalagi, ada kelinci jenis tertentu yang bernilai hingga ratusan ribu rupiah per ekor.

Namun, mahalnya harga kelinci itu tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pembudidaya kelinci di Desa Sukoloyo, Lembang, Bandung, Jawa Barat. Sebab, harga jual kelinci di tingkat peternak jauh lebih murah ketimbang harga jual kelinci di pasar hewan.

Saat menelusuri lebih lanjut, peternak kelinci mengaku senang menjual kelinci kepada pedagang pengumpul dengan harga lebih murah. Maklum, meski murah, mereka bisa langsung menerima pembayaran tunai.

Padahal, kalau ditelusuri lebih dalam, harga jual peternak ke pengepul hanya seperlima dari harga jual di pasar. Contoh, harga kelinci jenis Dutch umur 45 hari di pasaran mencapai Rp 75.000 per ekor. Sementara kelinci jenis yang sama, dibeli pengepul dari petani hanya Rp 13.000 per ekor.

Begitu juga dengan harga induk kelinci. Bandingkan saja, harga jual indukan itu di peternak yang hanya Rp 125.000 per ekor. Padahal, pengepul bisa melepas kelinci yang sama di pasaran seharga Rp 500.000 per ekor. Sedangkan, "Harga jual kelinci konsumsi cuma Rp 75.000 per ekor," ungkap David Dodi Purnomo, salah satu peternak kelinci di Sukoloyo.

Dengan selisih harga yang demikian tajam antara harga peternak dan pengepul, tentu berat bagi peternak untuk mengembangkan usaha. Menurut David, agar produksi kelinci bertambah, David butuh investasi minimal Rp 1 juta untuk membeli 10 ekor induk kelinci seharga Rp 100.000 per ekor. Ironisnya, indukan itu dibeli peternak dari pengepul kelinci.

Namun, David bilang, peternak mendapat kemudahan pembayaran kalau membeli indukan kepada pengepul. "Kami boleh utang," ujar David.

Tetapi pembayaran utang itu tidak berupa uang kontan senilai utang. "Utang bisa dibayar saat kelinci mulai beranak," tambah David.

Caranya begini, begitu indukan hasil utangan itu beranak maka seluruh anak kelinci itu diberikan kepada pengepul pemberi utang. Namun, satu ekor dari seluruh anak kelinci itu dianggap sebagai cicilan utang.

Tentu keadaan ini tak menyenangkan bagi peternak. Sebagian peternak kelinci Sukoloyo memang menyadari posisi mereka yang terjepit itu. Namun, mereka mengaku sulit mencari jalan keluar untuk melepaskan ketergantungan dari para pengepul itu.

Sebagian peternak kelinci mencoba menjual langsung kelinci mereka dengan membuka tempat penjualan di pinggir jalan, namun usaha mereka itu kandas karena sering dagangan lebih banyak tak laku. Akibatnya, modal mereka lebih banyak terpangkas untuk biaya operasional.

Tri Apriyanto, salah satu peternak yang pernah berjualan kelinci di pinggir jalan mengaku berhenti berjualan karena tidak memperoleh keuntungan yang memadai. "Kalau kami teruskan, berjualan kelinci bisa merugi," kata Tri.

Agar bisa bertahan menjadi peternak, Tri berusaha mencari pemasukan lain dengan cara menjual air kencing dan kotoran kelinci. Sisa pembuangan hewan penggemar wortel itu ternyata dibutuhkan oleh industri pupuk organik.

Satu liter air kencing kelinci dijual Rp 1.500, sedangkan kotoran kelinci dijual Rp Rp 20.000 untuk kemasan 25 kilogram (kg). "Setiap pekan kami menjual kotoran kelinci ini ," kata Tri.
Hasil penjualan kotoran kelinci itu tentu menjadi penghasilan tambahan yang lumayan. Lihat saja, dalam sebulan peternak bisa mendapat penjualan kotoran itu hingga mencapai Rp 400.000. "Penjualannya hampir sama dengan penjualan kelinci," terang Tri.

Para peternak berharap pemerintah membantu usaha peternakan mereka, seperti yang telah dilakukan pemerintah Orde Baru. "Selain modal, kami juga butuh pemasaran," kata Tri.

Kamis, 08 September 2011 | 13:43  oleh Handoyo
SENTRA KELINCI LEMBANG, BANDUNG
Sentra kelinci Lembang: Berharap bantuan nan tak kunjung datang (4)

Pengetahuan yang minim perihal cara beternak kelinci membuat kelinci rentan diserang penyakit. Tak jarang, peternak di Desa Sukoloyo, Lembang, Bandung, rugi karena kelinci mereka mati mendadak. Peternak pun masih menunggu datangnya bantuan pemerintah.

Meskipun keuntungan beternak kelinci itu minim, peternak kelinci di Sukoloyo, Lembang, Bandung, Jawa Barat, tetap setia menangkar hewan bertelinga panjang itu.

Masalahnya, para peternak yang tinggal di kawasan yang sering disebut Karmel, karena dekat Gereja Karmel, tak semuanya menguasai cara-cara beternak kelinci yang baik. Apalagi sebagian dari mereka, menjadi peternak kelinci lantaran terpaksa karena tak ada pekerjaan lain.

Mereka juga tidak mengetahui cara membudidayakan kelinci yang efisien dan bisa menguntungkan. "Kami butuh penyuluh yang mau membimbing usaha ini," harap David Dodi Purnomo, peternak kelinci di Sukoloyo.

Namun harapan mendapatkan penyuluh peternakan kelinci itu tak pernah datang. Alhasil, peternak hanya mengandalkan budidaya kelinci dengan cara tradisional. Peternak bahkan tidak mengetahui cara menghitung gizi atau vitamin kelinci yang mereka tangkarkan itu.

Minimnya pengetahuan tentang gizi, vitamin serta kesehatan kelinci itu justru ternak kelinci itu tak produktif. Bahkan, sering ditemukan kasus kelinci yang sakit mendadak atau bahkan mati. "Tahun 2005, saya rugi besar," kenang Narso Suparto, peternak kelinci yang lain.

Narso menceritakan, sedikitnya ada 20 kelinci miliknya pernah ditemukan mati mendadak akibat penyakit. Namun, musibah itu tak membuat Narso patah arang. Ia tetap setia melanjutkan profesinya sebagai peternak kelinci.

Saat ini, yang membuat senang peternak, bila datang pembeli langsung ke kandang atau ke peternak. Sesekali harapan itu memang kesampaian, terutama pembeli dari jemaat Gereja Karmel yang ada di desa Sukoloyo. "Jemaat Gereja Karmel juga ada yang membeli kelinci ke kandang," kata Tri Apriyanto, yang juga peternak kelinci.

Karena membeli eceran, para peternak bisa menjual kelinci itu lebih mahal ketimbang menjual kepada pengepul. Hal serupa juga dilakukan Narso, bahkan ia pernah menjual kelinci jenis anggora senilai Rp 1 juta per ekor. "Pernah juga saya menjual kelinci jenis gibas seharga Rp 800.000 per ekor," kata Narso.

Namun, jemaat gereja itu tidak rutin belanja kelinci kepada para peternak. Beda dengan pedagang pengepul yang rutin belanja kelinci setiap pekan.

Mata rantai perdagangan kelinci itulah yang sejatinya ingin diputus para peternak. Para peternak kelinci di Sukoloyo yakin, bila mereka mampu berjualan langsung ke konsumen, pasti mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik. Bukti itu sudah mereka rasakan ketika ada jemaat Gereja Karmel yang membeli kelinci.

Masalahnya, tak ada yang peduli dengan para peternak kelinci tersebut. Hingga kini, harapan untuk menjual kelinci secara mandiri masih berupa angan-angan. "Kalau langsung ke pembeli, keuntungan kami bisa berlebih," terang David.

David bilang, pemerintah pernah berjanji memberikan bantuan modal. Namun, syaratnya, para peternak harus membentuk koperasi atau kelompok usaha. Sayang, setelah dua tahun koperasi dan kelompok usaha berdiri, bantuan yang dijanjikan tak kunjung mengucur. "Janji itu tinggallah janji," keluh David. Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315203893/76610/Sentra-kelinci-Lembang-Sisa-kejayaan-orde-baru-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315294334/76720/Sentra-kelinci-Lembang-Musim-hujan-sulit-cari-rumput-kering-2
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/76832/Sentra-kelinci-Lembang-Terbelenggu-jejaring-pengepul-kelinci-3
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/76930/Sentra-kelinci-Lembang-Berharap-bantuan-nan-tak-kunjung-datang-4

Selasa, 06 September 2011

Kelinci Ras Giant yang menggemaskan

Mungkin anda pernah melihat seekor kelinci besar yang lucu dan menggemaskan, kelinci yang dimaksud di sini bukanlah Bugs Bunny si kelinci besar yang kerap tampil menghiasi layar kaca dan mengundang tawa kita dengan tingkah lakunya yang lucu dan sedikit usil itu. Kelinci besar yang dimaksud di sini adalah kelinci-kelinci yang termasuk dalam ras Giant.

Kelinci ras Giant adalah salah satu ras kelinci yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibanding dengan ras kelinci lainnya. Kelinci yang termasuk ras Giant memiliki beberapa keuntungan, yakni bisa dijadikan sebagai Hewan Peliharaan dan bisa juga dijadikan binatang ternak untuk konsumsi.

Jenis kelinci yang termasuk ke dalam ras Giant diantaranya Flemish Giant, Checkered Giant, dan ras kelinci Carolina. Berikut ini sedikit penjelasan tentang kelinci-kelinci besar yang termasuk ke dalam ras Giant.

Flemish Giant atau dikenal dengan sebutan kelinci Flam, merupakan kelinci terbesar yang pernah ditemukan di seluruh dunia. Berat normal seekor kelinci Flemish Giant, yakni 6.7 kg (untuk induk betina) dan 8.7 kg (Untuk induk jantan). Namun, ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa pernah melihat dan mengangkat kelinci flam sebesar 12 kg.

Meski nama Flam sendiri berasal dari bahasa inggris yang berarti kebohongan (banyak orang yang tidak percaya dengan ukurannya), namun banyak yang memperkirakan bahwa kelinci ras ini berasal dari Argentina karena kelinci ini banyak terdapat di Argentina. Kelinci ini diternak oleh sebagian besar orang Eropa dan Amerika untuk dikonsumsi dagingnya. Namun, di Indonesia sendiri ras kelinci ini lebih banyak di jadikan sebagai Hewan Peliharaan ketimbang dikonsumsi.

Chekered Giant
Ras kelinci yang berasal dari negara Jerman ini masih bisa dikategorikan sebagai ras kelinci besar. Ukurannya normal, Kelinci ras ini bisa mencapai 5kg - 6kg. Di negara asalnya ras ini banyak diternakan untuk dikonsumsi dagingnya. Selain ukuran dan beratnya yang berbeda dari kelinci ras lainnya, kelinci ini pun memiliki warna yang sangat unik, yakni biru - selain warna hitam.

Carolina

Ras kelinci ini merupakan hasil persilangan antara spesies kelinci Newzealand white. Ukurannya sendiri melebihi ukuran kelinci induknya yang rata-rata berbobot 4.5 kg - 6 kg. Nah, yang membuatnya unik dan menarik untuk dijadikan sebagai Hewan Peliharaan tentu saja penampilan mukanya yang memiliki beberapa gelambir layaknya spesies anjing bulldog yang lucu.

Senin, 05 September 2011

Tips Mudah Merawat Kelinci Anggora

Banyak orang yang tertarik membeli Kelinci Anggora karena bulunya yang panjang dan lucu. Namun, tidak sedikit yang kecewa dengan Hewan Peliharaan ini dan menyesal karena ternyata saat dibawa pulang, kelinci yang dibelinya itu tidak berumur panjang alias gampang mati karena salah perawatan, oleh karena itu berikut ini saya akan memaparkan Tips Mudah Merawat Kelinci Anggora.

Beli Bibit Yang Sehat 
Jika membeli Kelinci Anggora di peternakan kelinci langsung, makan mintalah yang usianya sudah lepas dari susuan induknya. Jangan mau kalau diberi yang usianya di bawah 5bulan. Sebab seperti juga manusia atau Hewan Peliharaan lainnya, kelinci yang disusui induknya dengan waktu yang cukup, maka daya tahan tubuhnya akan kuat dan tidak gampang mati.

Kalau beli di penjual kaki lima, amati mata, kuping, dan bulunya. Jika matanya sayu dan terlihat kotor tidak bercahaya, berarti itu tandanya kelinci sakit. Kuping yang merunduk lesu juga patut dicurigai, siapa tahu itu kelinci sedang sakit. Bulunya pilih yang tidak gampang rontok kalau ditarik, pilih juga yang bulunya bersih tidak kotor dan kumuh, karena berarti itu kelinci kurang perawatan. 

Tingkah laku lincah pertanda kelinci itu sehat. Lain halnya jika si Kelinci Anggora hanya diam dan mojok dengan lemas, ada kemungkinan kakinya cacat atau ia menderita dehidrasi karena kepanasan. Sebab penjual kaki lima sering sekali membiarkan kelincinya terpapar matahari.

Kandang
Ukuran kandang Kelinci Anggora tidak boleh sempit, apalagi jika dihuni lebih dari sepasang. Sebaiknya, jika punya halaman belakang, maka lepaskan saja di halaman. Tentu dengan dipagari, agar tidak dimakan tikus atau diganggu Hewan Peliharaan anda yang lain. Alasi dengan bambu atau kayu agar mudah membersihkannya. Juga mencegah kelinci terserang penyakit jika alasnya hanya tanah.

Makanan
Beri makan secara teratur Kelinci Anggora peliharaan anda pada sore dan malam hari saja. Ingat untuk tidak memberi sayuran segar secara langsung, sebaiknya diamkan dulu semalam, agar kadar air dari sayuran menguap. Jika pakannya terlalu banyak air, maka si kelinci akan mencret dan mati.  Bisa juga memberi pelet ikan yang berukuran agak besar, atau juga pelet kelinci. Jangan lupa memberi buah-buahan yang kadar airnya sedikit seperti wortel. Boleh memberi kelinci peliharaan anda minum, tetapi jangan terlalu sering, dua hari sekali saja dengan porsi mini.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!!!

Rabu, 24 Agustus 2011

Manfaat Daging Kelinci

Kelinci binatang yang sudah amat kita kenal dengan gigi serinya dan juga sebagai Hewan Peliharaan ternyata dagingnya mempunyai banyak sekali manfaat. Sebagian orang mungkin belum terbiasa bahkan belum pernah memakan Daging Kelinci. Tetapi setelah mengetahui berbagai manfaat yang terkandung di dalam daging kelinci, akan merubah pola pikir orang untuk mencoba bahkan menjadikannya lauk pengganti selain daging ayam atau daging sapi.

Dari segi tekstur daging kelinci memiliki serat yang halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging putih seperti halnya daging ayam. Daging putih tersebut memiliki kadar trigeliserida/lemak rendah, glikogen tinggi dan kandungan kolesterol dibawah 5 %, sehingga dari segi kesehatan daging kelinci mampu menurunkan resiko kolesterol dan penyakit jantung karena mutu dagingnya lebih bagus dibandingkan daging lainnya, sehingga daging kelinci mampu menurunkan resiko kolesterol dan penyakit jantung.

Manfaat lain dari daging kelinci ini adalah untuk mengobati penyakit asma. Senyawa kitotefin adalah suatu zat yang terkandung di dalam daging kelinci, senyawa ini apabila digabungkan dengan lemak Omega 3 dan Omega 9 dapat bermanfaat sebagai penyembuh penyakit asma.

Namun perlu diperhatikan agar kadar kotitefin tidak berkurang, dalam pengolahan daging tidak boleh dalam kondisi terlalu panas atau melebihi suhu 150 derajat celcius atau paling baik dimasak dengan direbus. Senyawa kitotefin ini paling banyak terletak pada bagian hati kelinci.

Selain itu kepala kelinci terutama pada otaknya bisa menambah kesuburan wanita. Walaupun hal ini belum diuji secara ilmiah, namun sudah ada beberapa pasangan yang mengkonsumsi otak kelinci untuk mengobati kemandulannya dan berhasil memiliki keturunan.

Jadi tunggu apalagi, dengan berbagai Manfaat Daging Kelinci seperti, baik untuk yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, asma, untuk mengatasi kemandulan dan juga dagingnya enak dan gurih, maka tidak usah ragu lagi untuk mengkonsumsi daging kelinci sebagai lauk alternatif selain daging sapi dan daging ayam. Dan jangan meragukan lagi mengenai ke-HALAL-an daging kelinci, karena MUI telah mengeluarkan FATWA HALAL mengkonsumsi daging kelinci.

Senin, 22 Agustus 2011

Pakan Kelinci

Bahan makanan untuk Hewan Peliharaan biasa dikatakan pakan, setiap jenis pakan hewan peliharaan pastinya berbeda - beda tentunya disesuaikan dengan jenis hewan peliharaan tersebut. Demikian pula pakan untuk kelinci, sebagai hewan peliharaan, kelinci juga mempunyai pakan khusus.

Pada umumnya, kelinci diberi pakan berupa pakan segar atau pellet. Kedua jenis pakan tersebut diberikan secara kombinasi. Adapun pakan segar untuk kelinci adalah berupa sayuran yang dilayukan terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar sayuran lebih banyak mengadung kadar serat. Baru - baru ini, seorang peneliti pakan ternak, menemukan pakan kelinci berupa biskuit yang diberinya nama bici (biskuit kelinci).

Pakan segar yang paling baik untuk kelinci adalah wortel. Karena wortel aman dikonsumsi oleh kelinci dewasa atau kelinci yang masih kecil dan sebaiknya hindari sayuran berserat kayu karena mengadung banyak gas (amonia) yang menjadi penyebab air kecing menjadi sangat berbau.

Jumat, 19 Agustus 2011

Tips Merawat Kelinci Hamil

Untuk merawat Hewan Peliharaan kelinci yang sedang hamil haruslah berhati-hati karena perawatan yang kurang baik akan menyebabkan kelinci gagal hamil dan melahirkan, sehingga akan sulit beranak-pinak.

Masa kehamilan kelinci adalah 29 hingga 33 hari, kelinci betina yang sedang hamil membutuhkan perhatian khusus. Karena nafsu makannya meningkat maka jaga suplai makanan dan minuman tetap baik. Jangan sampai kelaparan atau haus hingga menjadi stress, bahkan kanibal. Bila perlu, usap-usap dan belailah dengan lembut.

Jika terjangkit kutu atau scbies, jangan disuntik cukup diberi obat salep antikutu atau scabiesced. Karena obat suntik dapat menyebabkan keguguran.

Memasuki hari ke-17 kelinci akan mulai gelisah dan mengeruk-ngeruk kandang atau menggali tanh, mengumpulkan jerami atau serpihan kertas, dan mencabuti bulunya untuk tempat tidur si anak. Segera sediakan kotak dengan jerami kering di dalamnya, pastikan bersih, kering dan bebas kutu.

Biarkan kelinci agar nyaman, hindarkan dari hewan lain seperti kucing, tikus, anjing, dan jangan terlalu sering dilihat. Pastikan pasokan makanan dan minuman selalu tersedia dengan baik.

Selamat merawat kelinci hamil anda, semoga berhasil!!

Selasa, 16 Agustus 2011

Reproduksi Kelinci

Reproduksi Kelinci dilakukan sangat cepat, tapi Hewan Peliharaan kelinci mempunyai masa kawin yang lama. Yaitu sekitar sembilan bulan, mulai dari Februari samapi Oktober. Selama masa itu kelinci dapat berulang kali bereproduksi, induk kelinci mempunyai kemampuan melahirkan selama lima kali selama masa kawin tersebut.

Selama 30 hari, induk kelinci menjalani masa kehamilannya. Rata-rata sekitar 4-12 anak kelinci yang dilahirkan untuk setiao satu kali masa kehamilan. Sedangkan anak-anak kelinci sudah berhenti menyusui saat umur mereka mencapai 4 - 5 minggu.

Diperkirakan untuk sati kali masa kawin, terdapat 800 anak kelinci yang dilahirkan. Pembuahan pada induk betina kelinci berlangsung 10 jam setelah terjadi perkawinan. Puting susu induk betina tersebut akan mulai tampak, semakin jelas jika anak-anak kelinci mulai menyusui padanya.

Setelah perkawinan, induk akan membuat sarang untuk persembunyian selama masa hamil dan melahirkan anak-anaknya.

Senin, 15 Agustus 2011

Sekilas Tentang Anatomi Kelinci

Kelinci termasuk binatang menyusui (mamalia), yang juga termasuk binatang malam (nocturnal). Hewan Peliharaan ini juga biasa hidup berkoloni dan dapat dikenali dengan mudah, diantaranya karena kelinci mempunyai sepasang telinga dengan panjang hampir lebih dari 10 cm.

Kelinci mempunyai dua pasang kaki berukuran besar, dengan sepasang telapak kaki depan dilengkapi oleh cakar dan lima jari-jari. Sedangkan sepasang kaki belakang hanya mempunyai empat jari-jari.

Hewan Peliharaan ini mempunyai bentuk tubuh membulat seperti telur. bulunya panjang dan lembut, biasanya berwarna cokelat, abu-abu, atau abu-abu gelap untuk jenis kelinci hias. Kelinci juga mempunyai dua set gigi susu, yang membedakannya dengan Hewan Peliharaan pengerat seperti marmut.

Dengan bentuk dan ukuran telinga yang panjang, memungkinkan kelinci untuk mengenali predator dengan cepat. Secara umum kelinci mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Itulah sebabnya populasinya dijadikan perumpamaan untuk kepadatan penduduk.