Tampilkan postingan dengan label bisnis rumahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis rumahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

4 Bisnis Rumahan yang Menjanjikan

PDF Cetak E-mail
Minggu, 02 Oktober 2011 17:40
Memulai bisnis dari hobi memang menyenangkan. Di samping menghasilkan pundi-pundi uang yang banyak, Anda juga merasa enjoy dengan yang Anda kerjakan.

bis_kcl0911Adapun keistimewaan menjalankan bisnis rumahan yang berawal dari hobi, pertama karena lebih mudah menjalankannya. Profesi yang berasal dari hobi ini tentu akan lebih mudah dijalankan daripada profesi yang tidak berasal dari hobi.

Diungkapkan Nurul Hidayati dalam bukunya "20 Usaha Rumahan, Modal di Bawah Rp2 Juta," terbitan Daras Books,  menjalankan bisnis rumahan tentu sangat mudah, karena hampir setiap saat kita melakukan dengan penuh minat.

Selain itu, kita sudah terlatih dan yang terpenting, kita tidak menganggap itu sebagai beban. Menganggap pekerjaan sebagai sebuah beban, berarti melakukan pekerjaan dua kali. Yang pertama melakukan pekerjaan tersebut, dan yang kedua menyukai pekerjaan tersebut.

Bandingkanlah, dua orang yang berprofesi sebagai pengusaha yang bergerak di bidang penyewaan alat-alat olahraga. Yang satu adalah pecandu olahraga.

Hampir semua jenis olahraga ia pun tahu. Dia juga seorang yang mencintai olahraga, sering bergaul dengan olahragawan, sempat juga menggikuti beberapa kejuaraan, dan selalu berlangganan tabloid bola secara rutin.

Sedangkan yang satunya lagi adalah orang yang terkadang melakukan olahraga, terkadang tidak. Dia hanya melihat peluang bisnis yang besar dalam bidang penyewaan alat berat.

Maka dari itu, Anda harus melirik empat tips berikut bila tertarik untuk memulai bisnis rumahan yang menjanjikan.

1. Pembungkusan hadiah

Jika Anda termasuk orang yang rapi dan suka membuat bentuk-bentuk lucu dengan kertas, tak ada salahnya bila Anda mulai membuka usaha pembungkusan hadiah di rumah.

Berbagai bentuk khusus desain Anda sendiri bisa dijadikan sebagai ‘bungkus’ hadiah untuk berbagai perayaan seperti ulang tahun, kelahiran bayi dan lain sebagainya.

Selain menjual pembungkusnya, Anda juga dapat menyediakan berbagai jenis hadiah berupa coklat buatan Anda sendiri maupun kue-kue kering.

Tips: untuk menjalankan bisnis seperti ini, selain tempat, Anda juga akan membutuhkan komputer, printer, scanner serta program komputer seperti Adobe Photoshop atau Corel Draw  untuk memberikan sentuhan pribadi pada pembungkus yang dijual.

Foto pribadi si pemberi hadiah bisa disertakan dengan cara memindai fotonya. Jangan lupa untuk bekerja sama dengan pemasok kertas bermutu baik.

2. Wedding planner

Mempersiapkan suatu acara pernikahan yang sesuai dengan keinginan pelanggan merupakan tujuan utama Anda nantinya. Untuk memudahkan Anda dalam mempersiapkan acara, ada baiknya jika mulai bekerja sama dengan beberapa pihak seperti katering, penata rias, florist, fotografer serta percetakan untuk undangan dan lain sebagainya agar nantinya bisa mendapatkan harga khusus yang lebih murah.

Tips: untuk menjalankan bisnis ini Anda mesti memiliki kemampuan komunikasi yang handal. Mewujudkan keinginan pihak pengantin wanita dan pria bukanlah hal yang mudah. Yang paling dibutuhkan adalah kartu nama, komputer dan internet, telepon serta telpon genggam.

3. Penerjemah

Menerjemahkan tulisan dari suatu bahasa ke bahasa lain memang membutuhkan keterampilan tersendiri. Kemahiran dalam berbahasa sudah tentu menjadi andalan pekerjaan ini.

Tips: selain tata bahasa yang benar, perlu juga mengetahui bahasa pergaulan yang sering dipergunakan agar hasil yang didapat tak terlalu kaku.

Bila ingin melakukan pekerjaan ini dari rumah, Anda membutuhkan komputer, printer dan program yang akan membatu untuk mengoreksi kata yang salah maupun arti yang sulit dicari dari kamus tertulis.

Namun, bagi Anda yang sangat berkeinginan berpofersi sebagai Penerjemah lepas (freelance translator) ini, tapi belum memiliki bekal cukup. Anda menggunakan alat bantu penerjemah seperti translate.google.co.id, dsb, sebagai media bantuan Anda. Tentunya dengan sedikit perbaikan grammer di sana-sini.

4. Dealer produkMenjadi dealer produk tertentu sebagai usaha sampingan, sangat disukai oleh wanita, terutama ibu-ibu rumah tangga. Hal ini karena sifatnya yang tidak mengikat dan hasilnya yang lumayan mampu menutup kebutuhan keuangan keluarga.

Bisnis sampingan ini juga tidak terlalu menyita waktu mereka untuk mengasuh si kecil serta menyelesaikan urusan-urusan rumah tangga.

Contoh implementasi dari dealer produk yang cukup prospektif adalah menjadi dealer produk Tupperware. Produk jenis Tupperware sangat disukai oleh ibu-ibu rumah tangga, khususnya ibu-ibu muda, karena warnanya yang menarik, bentuknya yang unik serta kualitasnya yang handal (terutama seal dan materi bahannya). Sehingga, hal ini menjadikan produk Tupperware memiliki segmentasi pasar tersendiri.

Jadilah member dari salah satu produk tersebut. Karena dengan menjadi member Anda memiliki keuntungan ganda, selain memiliki profit dari hasil penjualan, Anda pun dapat memperoleh barang-barang tersebut dengan harga khusus –bahkan murah- dari distributor Anda. Menjadi member Tupperware pun juga tidak terlalu sulit. (*/Okezone)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/11631-4-bisnis-rumahan-yang-menjanjikan.html

Jumat, 02 September 2011

Ide Bisnis Cabe


Harga cabe sempat tembus hingga 100ribu per kilogram, dan untuk harga cabe sudah beberapa kali harganya mengalami kenaikan yang fantastis hingga ada penjual gorengan yang tidak memberikan cabe sebagai teman makan tahu dan tempe he...he...he..... Meski bukan makanan pokok, tapi cabe adalah bumbu yang wajib ada dalam setiap masakan. Manusia-manusia yang biasa makan pedas, semua pada berteriak. bukan teriakan kepedasan, tapi teriakan tidak bisa makan pedas lagi...

Sebagai entrepreneur sejati, kita bisa melihat adanya peluang yang besar untuk berkebun cabe. karena pasar cabe masih sangat besar potensinya ditambah dengan kenyataan masih defisitnya jumlah pasokan cabe bila dibandingkan dengan permintaan pasar. aspek bisnisnya tidak terlalu rumit, lain halnya dengan aspek teknisnya yang  harus dipelajari sebaik mungkin untuk menghindari kegagalan panen.

bisnis ini cocok bagi para Entrepreneur yang memiliki lahan perkebunan atau tanah kosong. 
Sebelum memulai usaha, baiknya melakukan perhitungan dasar mengenai berapa jumlah tanah yang dibutuhkan untuk menanam sekian unit pohon cabe untuk mendapatkan batas minimum BEP (titik impas). Jangan sampai anda memiliki tanah sekian meter lalu ditanami cabe dan dijual ternyata masih rugi karena harus membayar biaya gaji tenaga kerja, perawatan kebun, dan ongkos transportasi penjualan.

Aspek pemasarannya tergolong mudah, cukup kirim ke pasar induk lokal maka banyak pedagang besar yang sudah siap menampung berapapun jumlah cabe kita.

Entrepreneur sejati selalu mempunyai visi yang jelas terhadap semua bisnisnya. maka bisnis cabe ini pun harus punya visi dan misi yang jelas. bagaimana jika visi nya "Menjadi Perusahaan Hasil Bumi Spesialis Cabe dan Pengekspor Cabe Terbesar di Dunia"

Lakukan pengelolaan usaha perkebunan cabe ini secara lebih profesional dan sebisa mungkin mengadaptasikan cara-cara berkebun yang modern dan canggih. Dengan begitu output produk cabe diharapkan bisa maksimal baik secara kualitas dan kuantitas.

Tertarik bisnis cabe ? wkwkwkwkkkk
Bisnis aja bro....yang pedas yang menguntungkan......


Kaos Kreatif Dari Kain Perca

Saya tak menyangka sebelumnya bahwa usaha mengisi waktu luang membuat kaos kreatif sulam perca yang berawal dari tema-tema simpel untuk anak-anak ini merupakan bagian dari hobby "tua" yang orang bule bilang "patchwork" maupun "quilting". Para hobbiest crafting jenis ini "di luar negeri sana" sangat terorganisir dengan baik.

Saya cenderung melihat karya-karya para crafter patchwork quilt bule-bule ini sebagai karya crafter profesional, bukan lagi sekedar hobbiest. Bahkan mungkin sebenarnya patchwork itu sendiri telah menjadi bagian dari industri hobby yang telah mapan dan jelas konsumennya di daratan eropa atau amerika sana.
Sedikit tentang patchwork, secara mendasar ia adalah sebuah aktivitas atau proses menggabungkan/menyatukan lembaran-lembaran material (material yang biasa digunakan adalah kain perca) membentuk motif-motif tertentu (yang dikehendaki) baik motif nyata maupun abstrak.Oleh sebab itu masuk akal jika kemudian patchwork dikategorikan dalam bagian aktivitas seni, yang memang karyanya sangat dipengaruhi oleh inisiatif/inovasi "taste si seniman patchwork itu sendiri" Ada crafter yang menggemari pola-pola/pattern symetric, ada pula yang cenderung berkarya dalam pola-pola sebaliknya (asymetric).Bertolak dari hal ini, saya punya ambisi pribadi, lebih tepatnya sih sebuah rencana jangka panjang atau cita-cita kali yee???
ingin sekali menjadikan aktivitas yang awalnya iseng "patchwork quilt"ini menjadi benar-benar hobby yang kemudian mampu memberi manfaat tidak lagi hanya bagi saya, namun buat orang-orang di sekitar kami (Tim Kaos Kreatif)

Jumat, 12 Agustus 2011

Bisnis Kerajinan Kertas Untung dan Untung

BANTUL - Berbekal setangkai bunga kertas yang dibeli di kawasan Malioboro Yogyakarta, kini usaha bunga kertas Mahmidah (24) laris manis. Warga Dusun Ngabean, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul kini bisa menjual bunga kertas sehari mencapai 600 tangkai.

Bahkan hasil karyanya oleh pengepul bunga kertas telah dikirim hingga negara timur tengah khususnya Arab Saudi. Usaha yang ditekuninya saat ini pun diikuti oleh para tetangganya karena tergiur akan kesuksesan memproduksi bunga kertas.Memang, usaha home industry kini tak hanya sekadar jualan kue dan bunga kertas saja, bahkan berkembang ke usaha kerajinan dari tempurung kelapa yang harganya tak kalah dengan bunga kertas.Menurut Mahmidah, usaha bunga kertasnya dirintis pada 2001. Kala itu, bersama suami, dia mencoba peruntungan membuka usaha kecil-kecilan. Bermodal hanya Rp2 juta, kegigihannya dalam mengembangkan usaha kini merambah ke luar negeri."Saya mengenal seni merangkai bunga dari perajin di Dongkelan, Sewon. Kala itu saya bermimpi punya usaha sendiri," ujarnya, saat ditemui di Bantul, Minggu (15/11/2009).Untuk memberdayakan perempuan di Ngabean, dia sengaja mempekerjakan warga Ngabean dengan upah yang bervariasi. Mulai dari Rp7.000 hingga Rp12.000. Tidak hanya merangkai di kiosnya, pekerja bisa merangkai di rumah masing-masing dengan sistem borongan."Kami melihat perempuan di Ngabean tidak ada kerjaan. Dengan usaha mandiri kami mencoba memberdayakan mereka," katanya.Per hari, 15 pekerja mampu merangkai 600 biji bunga. Konsumen bebas memilih motif bunga dengan harga sebesar Rp850 per tangkai. Bersama keluarga, dia mampu menjual produknya hingga Saudi Arabia. Sedang, Malioboro dan Kasongan menjadi sasaran pasar domestik.Selain itu, dirinya biasa mendatangkan lembaran-lembaran lontar dari Jawa Timur dengan harga Rp6 juta setiap truk. Daun-daun lontar asal Jatim menurutnya memiliki kualitas baik dibanding daerah lain.Bagi Mahmidah, membangun kepercayaan konsumen menjadi kunci kesuksesan usaha. Dengan sistem getok tular, dia biasa membangun pemasaran hingga merambah ke mancanegara.Dia menuturkan, perkembangan usahanya tidak berjalan instan, butuh proses panjang dalam menjaring konsumen. Bahkan, dia sempat pesimis dengan maraknya usaha bunga kertas di DIY."Saya menyadari sepenuhnya membangun usaha butuh kesabaran. Kami terus bertahan dengan membangun kepercayaan konsumen," imbuhnya.Setiap bulan, usahanya mampu meraup pendapatan sebesar Rp15 juta. Kelebihan dari bunga kertas buatannya yakni lebih awet, dengan perawatan yang gampang. Caranya, hanya menjaga bunga-bunga itu tetap kering.Konsumen pun bisa menikmati bunga kertas sebagai hiasan rumah dalam pot-pot keramik. "Karena kualitasnya itu juga hasil kerajinan saya bahkan saat ini telah diekspor hingga ke Arab Saudi. Meski untuk ekspor itu sudah melalui para pengepul terlebih dahulu," pungkasnya.Ngadirah (37) salah seorang perangkai bunga di rumah Mahmidah mengatakan kecintaan merangkai bunga bermula dari masa kecil di dusun itu. Permainan masa kecil menyimpan memori, sehingga membuatnya terampil.Awalnya, dia kesulitan memadupadankan aneka warna pada bilah bambu yang berbalut daun lontar. Sebagai buruh serabutan, dalam sehari, ibu dua anak ini bisa memperoleh tambahan penghasilan sebesar Rp8.000 per hari.Dia bisa menghasilkan 50 rangkaian bunga setiap pagi. "Saat musim libur atau jelang tahun baru, kami lembur karena banyak pesanan dari luar daerah," ujarnya