Rembang-Rumah kuno khas tionghoa diubah pemiliknya menjadi hotel dan restoran. Bangunan baru itu menambah khasanah wisata budaya sekaligus usaha perhotelan di Kabupaten Rembang.
Antika Hotel, tempat penginapan baru di kawasan dukuh Gambiran desa Sumberjo kecamatan Rembang, bisa menjadi salah satu icon wisata dan budaya di Kabupaten Rembang, Pasalnya bangunan asli rumah kuno tidak dirombak pemiliknya, ditambah fasilitas modern dialih fungsikan menjadi hotel dan restoran.
Wakil Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pada grand opening Antika Hotel, Sabtu malam, menyambut gembira ide pemilik rumah kuno mempertahankan keorisinilan bangunan saat difungsikan menjadi hotel. Bangunan baru ini diharapkan meningkatkan tingkat hunian perhotelan di Kabupaten Rembang, pasca diresmikan.
Ditambahkan, mencantumkan kata antik sebagai nama hotel dipandang sangat tepat karena jarang dijumpai satu rumah adat dikembangkan menjadi hotel tanpa mengubah bentuk aslinya. Kedepan hotel antika diwacanakan menjadi salah satu icon Kabupaten Rembang, khususnya dalam bidang pariwisata.
Sementara Sri Suasih manajer antika hotel menjelaskan, konsep yang diusung adalah minimalis. Ruang kamar dan restoran dibuat sederhana dengan ornamen khas tionghoa.
Menurut Sri Suasih, meski mengusung konsep minimalis, antika hotel setara bintang 5, dengan fasilitas king bed, bathtub plus air panas, AC, TV kabel, long sofa dan extra bed. Total kamar berjumlah 32 unit, meliputi 2 kamar VIP, 18 kamar, 2 kamar standar dan 10 kamar ekonomi. Tarif menginap permalam untuk kamar VIP seharga Rp 300 ribu, superior Rp 250 ribu, standar Rp 200 ribu dan ekonomi Rp 150 ribu.
Sri Suasih menambahkan, manajemen juga menyediakan meeting room, disewakan untuk perusahaan atau perorangan yang ingin mengadakan rapat atau pertemuan. Tarif yang ditawarkan terdiri beberapa item, terpadu dengan pilihan snack dan menu makan untuk peserta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar